Kepung Taiwan, China Memulai Latihan Tembak Langsung Hari Kedua

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:41 WIB
loading...
Kepung Taiwan, China...
Militer China memulai latihan tembak langsung hari kedua pada Selasa (30/12/2025), dengan mensimulasikan blokade pelabuhan-pelabuhan utama Taiwan. Foto/China Daily
A A A
TAIPEI - Militer China telah memulai latihan tembak langsung hari kedua di sekitar Taiwan pada Selasa (30/12/2025), dengan mensimulasikan blokade pelabuhan-pelabuhan utama pulau berpemerintahan sendiri tersebut. Latihan ini juga mencakup serangan terhadap target maritim.

Latihan perang besar-besaran dua hari, dengan kode nama "Misi Keadilan 2025", dimulai sejak Senin kemarin. Taiwan mengecam manuver China ini sebagai "intimidasi militer".

China mengeklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya dan menolak untuk mengesampingkan tindakan militer untuk merebut pulau demokrasi tersebut.

Baca Juga: Gertak Taipei, China Latihan Tempur Besar-besaran di Dekat Taiwan

Jurnalis AFP di Pingtan—sebuah pulau China yang merupakan titik terdekat dengan pulau utama Taiwan—melaporkan rentetan roket melesat ke udara pada Selasa sekitar pukul 09.00 pagi, meninggalkan jejak asap putih.

Setidaknya 10 roket diluncurkan, berselang beberapa detik satu sama lain, masing-masing mengirimkan suara gemuruh yang menggema di seluruh Pingtan saat mereka melesat di langit.

Para turis bergegas menuju barikade kayu yang menghadap ke laut, mengeluarkan ponsel mereka untuk mengambil foto dan video tembakan roket.

Tak lama kemudian, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Pada pukul 09.00 pagi, 30 Desember, pasukan darat Komando Teater Timur PLA melakukan latihan tembak langsung jarak jauh di perairan di utara Pulau Taiwan dan mencapai efek yang diinginkan."

Pengerahan kekuatan terbaru ini menyusul penjualan senjata besar-besaran ke Taipei oleh Amerika Serikat—pendukung keamanan utama Taiwan—dan komentar dari Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bahwa penggunaan kekuatan terhadap Taiwan dapat memicu respons militer dari Tokyo.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan pada hari Selasa di Beijing bahwa China akan "dengan tegas melawan" penjualan senjata skala besar AS ke Taiwan.

"Sebagai tanggapan terhadap provokasi terus-menerus oleh kekuatan pro-kemerdekaan di Taiwan dan penjualan senjata skala besar AS ke Taiwan, kita tentu saja harus dengan tegas menentang dan melawannya dengan tegas," kata Wang Yi dalam pidatonya.

Dia menambahkan bahwa setiap upaya untuk menghalangi penyatuan China dengan Taiwan "pasti akan berakhir dengan kegagalan".

Presiden Taiwan Lai Ching-te berjanji pada hari Selasa dalam sebuah unggahan Facebook bahwa wilayahnya tidak akan "meningkatkan konflik" atau memprovokasi perselisihan.

Kantornya mengatakan sehari sebelumnya bahwa China telah menunjukkan "pengabaian terhadap norma-norma internasional dan penggunaan intimidasi militer untuk mengancam negara-negara tetangga".

Militer China mengatakan pada Selasa pagi bahwa mereka telah mengerahkan kapal perusak, fregat, pesawat tempur, dan pesawat pengebom. "Untuk melakukan latihan tentang identifikasi dan verifikasi, peringatan dan pengusiran, simulasi serangan, penyerangan terhadap target maritim, serta operasi anti-udara dan anti-kapal selam," kata Komando Teater Timur PLA.

Komando itu mengatakan latihan di perairan utara dan selatan Pulau Taiwan menguji kemampuan koordinasi laut-udara dan blokade serta kontrol terpadu.

Pada hari Senin, juru bicara militer China Shi Yi mengatakan, "Latihan ini merupakan peringatan keras terhadap pasukan separatis 'Kemerdekaan Taiwan', dan ... tindakan yang sah dan perlu untuk melindungi kedaulatan dan persatuan nasional China."

Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, melaporkan bahwa tema utama latihan tersebut adalah "blokade" pelabuhan-pelabuhan utama Taiwan, termasuk Keelung di utara dan Kaohsiung di selatan.

Otoritas China menerbitkan peta lima zona besar di sekitar Taiwan tempat latihan perang akan berlangsung. Latihan tersebut dijadwalkan selesai pada pukul 18.00 sore hari Selasa.

Sedangkan Taiwan mengatakan zona latihan yang ditetapkan China, beberapa di antaranya latihan militer yang dilakukan dalam radius 12 mil laut dari pantai Taiwan, telah memengaruhi rute pelayaran dan penerbangan internasional.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa mereka telah mendeteksi 130 pesawat militer China di dekat pulau itu dalam periode 24 jam, serta 14 kapal Angkatan Laut dan delapan kapal pemerintah Beijing yang tidak disebutkan namanya dalam 24 jam yang berakhir pukul 06.00 pagi.

"Latihan militer oleh Partai Komunis China yang berkuasa semakin menegaskan sifatnya sebagai agresor, menjadikannya perusak perdamaian terbesar," kata Kementerian Pertahanan Taiwan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
China Kerahkan Jet Tempur...
China Kerahkan Jet Tempur dan Kapal Militer untuk Kepung Taiwan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved