Mantan PM Bangladesh Khaleda Zia Meninggal setelah Menderita Banyak Penyakit
Selasa, 30 Desember 2025 - 09:13 WIB
loading...
Mantan PM Bangladesh Begum Khaleda Zia telah meninggal dunia pada Selasa (30/12/2025) pagi. Foto/NDTV
A
A
A
DHAKA - Mantan Perdana Menteri (PM) Bangladesh Begum Khaleda Zia, yang diyakini banyak orang akan memenangkan pemilu tahun depan untuk memimpin negaranya sekali lagi, telah meninggal dunia pada Selasa (30/12/2025) pagi.
Ketua Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 06.00 pagi karena sakit berkepanjangan saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Apollo Dhaka.
Dia telah menjalani perawatan selama 36 hari terakhir sejak dirawat pada 23 November karena infeksi di jantung dan paru-parunya.
Baca Juga: Bangladesh Rusuh setelah Pemimpin Mahasiswa Ditembak Mati di Bagian Kepala
"Ketua BNP dan mantan perdana menteri, pemimpin nasional Begum Khaleda Zia, meninggal dunia hari ini pukul 06.00 pagi, tepat setelah salat Subuh," kata partai tersebut dalam sebuah pernyataan, yang dilansir NDTV.
"Kami berdoa untuk pengampunan arwahnya dan meminta semua orang untuk mendoakan arwahnya," lanjut pernyataan tersebut.
Zia, perdana menteri wanita pertama Bangladesh, telah lama berjuang melawan berbagai komplikasi kesehatan, termasuk sirosis hati, radang sendi, diabetes, dan masalah kronis yang memengaruhi ginjal, paru-paru, jantung, dan matanya.
Perawatannya selama ini diawasi oleh dokter spesialis dari Bangladesh, Inggris, Amerika Serikat, China, dan Australia.
Awal bulan ini, ada inisiatif untuk membawanya ke luar negeri untuk perawatan, tetapi hal itu tidak dapat dilanjutkan karena kondisinya yang rapuh.
Sebelum berita duka ini muncul, media lokal melaporkan bahwa kondisi Zia memburuk. Laporan ini mengutip dokternya pada Minggu malam.
"Kondisi Khaleda Zia sangat kritis," kata anggota dewan medis Ziaul Haque, seperti dikutip kantor berita UNB, saat putra sulungnya dan pelaksana tugas ketua BNP, Tarique Rahman, bersama anggota keluarga dekat, mengunjunginya di Rumah Sakit Evercare Dhaka.
Dia mengatakan Zia menggunakan sistem pendukung kehidupan dan membutuhkan dialisis ginjal secara teratur, menambahkan bahwa setiap kali dialisis dihentikan, kondisi fisiknya memburuk secara signifikan.
Ketua Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 06.00 pagi karena sakit berkepanjangan saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Apollo Dhaka.
Dia telah menjalani perawatan selama 36 hari terakhir sejak dirawat pada 23 November karena infeksi di jantung dan paru-parunya.
Baca Juga: Bangladesh Rusuh setelah Pemimpin Mahasiswa Ditembak Mati di Bagian Kepala
"Ketua BNP dan mantan perdana menteri, pemimpin nasional Begum Khaleda Zia, meninggal dunia hari ini pukul 06.00 pagi, tepat setelah salat Subuh," kata partai tersebut dalam sebuah pernyataan, yang dilansir NDTV.
"Kami berdoa untuk pengampunan arwahnya dan meminta semua orang untuk mendoakan arwahnya," lanjut pernyataan tersebut.
Zia, perdana menteri wanita pertama Bangladesh, telah lama berjuang melawan berbagai komplikasi kesehatan, termasuk sirosis hati, radang sendi, diabetes, dan masalah kronis yang memengaruhi ginjal, paru-paru, jantung, dan matanya.
Perawatannya selama ini diawasi oleh dokter spesialis dari Bangladesh, Inggris, Amerika Serikat, China, dan Australia.
Awal bulan ini, ada inisiatif untuk membawanya ke luar negeri untuk perawatan, tetapi hal itu tidak dapat dilanjutkan karena kondisinya yang rapuh.
Sebelum berita duka ini muncul, media lokal melaporkan bahwa kondisi Zia memburuk. Laporan ini mengutip dokternya pada Minggu malam.
"Kondisi Khaleda Zia sangat kritis," kata anggota dewan medis Ziaul Haque, seperti dikutip kantor berita UNB, saat putra sulungnya dan pelaksana tugas ketua BNP, Tarique Rahman, bersama anggota keluarga dekat, mengunjunginya di Rumah Sakit Evercare Dhaka.
Dia mengatakan Zia menggunakan sistem pendukung kehidupan dan membutuhkan dialisis ginjal secara teratur, menambahkan bahwa setiap kali dialisis dihentikan, kondisi fisiknya memburuk secara signifikan.
(mas)
Lihat Juga :