Ukraina Sangkal Serangan 91 Drone Kamikaze ke Kediaman Putin: 'Ini Kebohongan Rusia'
Selasa, 30 Desember 2025 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan rezim Kyiv telah sepenuhnya beralih ke kebijakan terorisme negara, dan Moskow akan meninjau posisi negosiasinya sesuai dengan itu.
“Semua kendaraan udara tak berawak dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Angkatan Bersenjata Rusia,” kata Lavrov.
"Serangan itu terjadi di tengah negosiasi intensif antara Rusia dan Amerika Serikat,” lanjut diplomat senior tersebut, menambahkan bahwa “tindakan sembrono” Kyiv tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
Menurutnya, Moskow telah menetapkan target dan waktu serangan balasan yang akan datang.
Lavrov mengatakan serangan ini pasti akan memengaruhi proses penyelesaian perang Rusia-Ukraina, tanpa memberikan detail pasti tentang potensi perubahan posisi Rusia.
“Kami tidak bermaksud untuk menarik diri dari proses negosiasi dengan AS. Namun, mengingat kemerosotan total rezim kriminal Kyiv, yang telah beralih ke kebijakan terorisme negara, posisi negosiasi Rusia akan direvisi,” kata Lavrov.
“Semua kendaraan udara tak berawak dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Angkatan Bersenjata Rusia,” kata Lavrov.
"Serangan itu terjadi di tengah negosiasi intensif antara Rusia dan Amerika Serikat,” lanjut diplomat senior tersebut, menambahkan bahwa “tindakan sembrono” Kyiv tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
Menurutnya, Moskow telah menetapkan target dan waktu serangan balasan yang akan datang.
Lavrov mengatakan serangan ini pasti akan memengaruhi proses penyelesaian perang Rusia-Ukraina, tanpa memberikan detail pasti tentang potensi perubahan posisi Rusia.
“Kami tidak bermaksud untuk menarik diri dari proses negosiasi dengan AS. Namun, mengingat kemerosotan total rezim kriminal Kyiv, yang telah beralih ke kebijakan terorisme negara, posisi negosiasi Rusia akan direvisi,” kata Lavrov.
(mas)
Lihat Juga :