Diculik saat Umur 4 Tahun, Pria Ini Bersatu Kembali dengan Orang Tua Kandung setelah 21 Tahun
Minggu, 28 Desember 2025 - 08:44 WIB
loading...
A
A
A
Dia pun pergi ke Beijing untuk bertemu kembali dengan orang tuanya dan dua kakak perempuannya sebelum kembali bersama mereka ke Jiangxi, di mana penduduk desa menyambutnya dengan kembang api, jamuan makan, dan perayaan, menurut laporan South China Morning Post (SCMP), Minggu (28/12/2025).
Peng kemudian mengundurkan diri dari pekerjaannya di Jiangsu, mengubah registrasi rumah tangganya, dan menjual rumah dan mobilnya. Dia mengatakan bahwa barang-barang tersebut sebenarnya bukan miliknya. Dia memutuskan hubungan dengan keluarga angkat di Jiangsu dan pindah kembali ke Jiangxi untuk membangun kembali hidupnya.
Menyebut tahun 2025 sebagai "tahun kelahiran kembali", Peng mengatakan dia berharap dapat menebus waktu yang hilang bersama orang tuanya. Sejak itu, dia menjadi sukarelawan yang membantu keluarga mencari anak-anak yang hilang dan menyumbangkan hasil dari siaran langsung pertamanya ke badan amal Baby Come Home.
China terus menghadapi tantangan terkait perdagangan manusia, meskipun data resmi menunjukkan penurunan tajam dalam kasus-kasus tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Kisah Peng telah bergema luas di media sosial China, menuai pujian atas keberaniannya dan seruan untuk hukuman yang lebih berat bagi para pelaku perdagangan manusia.
Peng kemudian mengundurkan diri dari pekerjaannya di Jiangsu, mengubah registrasi rumah tangganya, dan menjual rumah dan mobilnya. Dia mengatakan bahwa barang-barang tersebut sebenarnya bukan miliknya. Dia memutuskan hubungan dengan keluarga angkat di Jiangsu dan pindah kembali ke Jiangxi untuk membangun kembali hidupnya.
Menyebut tahun 2025 sebagai "tahun kelahiran kembali", Peng mengatakan dia berharap dapat menebus waktu yang hilang bersama orang tuanya. Sejak itu, dia menjadi sukarelawan yang membantu keluarga mencari anak-anak yang hilang dan menyumbangkan hasil dari siaran langsung pertamanya ke badan amal Baby Come Home.
China terus menghadapi tantangan terkait perdagangan manusia, meskipun data resmi menunjukkan penurunan tajam dalam kasus-kasus tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Kisah Peng telah bergema luas di media sosial China, menuai pujian atas keberaniannya dan seruan untuk hukuman yang lebih berat bagi para pelaku perdagangan manusia.
(mas)
Lihat Juga :