Sekutu Rusia: Negara-negara NATO Eropa Secara Terbuka Bersiap untuk Perang!
Minggu, 28 Desember 2025 - 07:24 WIB
loading...
Belarusia, negara sekutu Rusia, menyatakan para pemimpin negara NATO Eropa telah secara terbuka bersiap untuk perang. Namun, Minsk tak gentar karena dipasok rudal Oreshnik Rusia. Foto/Ukrinform
A
A
A
MINSK - Belarusia, negara sekutu Rusia, menyatakan para pemimpin negara-negara NATO Eropa tidak merahasiakan fakta bahwa mereka sedang bersiap untuk perang melawan Moskow dan Minsk.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertahanan Belarusia Viktor Khrenin. "Situasi di perbatasan barat Belarusia tegang, rentan terhadap radikalisasi, dan sulit," kata Khrenin, yang berpangkat letnan jenderal, dalam sebuah wawancara stasiun televisi lokal.
"Tindakan para pemimpin negara-negara tetangga juga menunjukkan—dan mereka tidak menyembunyikannya—bahwa persiapan perang sedang berlangsung," kata Khrenin.
Baca Juga: Putin: 'Babi-babi Eropa Ingin Berpesta atas Runtuhnya Rusia, tapi...'
“Mereka mengeklaim terancam oleh Rusia dan, tentu saja, oleh Belarusia. Kami memiliki Negara Persatuan, dan mereka akan melawan kami," ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (28/12/2025).
Dia menambahkan, Polandia, Jerman, Prancis, dan negara-negara Baltik semuanya berlomba untuk memiliterisasi dan menciptakan tentara yang kuat.
"Komitmen negara-negara NATO Eropa baru-baru ini untuk mengalokasikan 5% dari PDB mereka untuk militer mereka sudah menunjukkan bahwa ini adalah anggaran pra-perang,” kata Khrenin.
Menurutnya, NATO, blok militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS), telah meng-upgrade pelabuhan dan lapangan terbang di dekat Belarusia dan meningkatkan latihan, serta menciptakan unit baru dan meningkatkan kehadiran pasukannya di dekat perbatasan Rusia dan Belarusia.
Namun, sambung Khrenin, pengerahan rudal Oreshnik Rusia yang mampu membawa hulu ledak nuklir di Belarusia merupakan pencegahan strategis terhadap hal ini.
“Ini adalah reaksi kami terhadap agresi mereka, tindakan agresif, terhadap pernyataan mereka bahwa mereka akan berperang dengan kami,” katanya. “Kami katakan: tidak perlu, kami tidak ingin berperang. Mari kita bernegosiasi.”
Pada hari Kamis, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko diberi pengarahan tentang penempatan sistem rudal Oreshnik Rusia di negaranya.
Sistem rudal tersebut, yang dipersenjatai dengan IRBM hipersonik, akan mulai bertugas tempur sebelum tahun baru, kata Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu.
"Moskow telah mencari solusi diplomatik untuk kontradiksi dan konflik selama masih ada secercah harapan keberhasilan,” kata Putin.
"Setiap peluang yang hilang adalah tanggung jawab mereka yang secara keliru percaya bahwa mereka dapat menggunakan bahasa kekerasan terhadap kami,” paparnya.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertahanan Belarusia Viktor Khrenin. "Situasi di perbatasan barat Belarusia tegang, rentan terhadap radikalisasi, dan sulit," kata Khrenin, yang berpangkat letnan jenderal, dalam sebuah wawancara stasiun televisi lokal.
"Tindakan para pemimpin negara-negara tetangga juga menunjukkan—dan mereka tidak menyembunyikannya—bahwa persiapan perang sedang berlangsung," kata Khrenin.
Baca Juga: Putin: 'Babi-babi Eropa Ingin Berpesta atas Runtuhnya Rusia, tapi...'
“Mereka mengeklaim terancam oleh Rusia dan, tentu saja, oleh Belarusia. Kami memiliki Negara Persatuan, dan mereka akan melawan kami," ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (28/12/2025).
Dia menambahkan, Polandia, Jerman, Prancis, dan negara-negara Baltik semuanya berlomba untuk memiliterisasi dan menciptakan tentara yang kuat.
"Komitmen negara-negara NATO Eropa baru-baru ini untuk mengalokasikan 5% dari PDB mereka untuk militer mereka sudah menunjukkan bahwa ini adalah anggaran pra-perang,” kata Khrenin.
Menurutnya, NATO, blok militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS), telah meng-upgrade pelabuhan dan lapangan terbang di dekat Belarusia dan meningkatkan latihan, serta menciptakan unit baru dan meningkatkan kehadiran pasukannya di dekat perbatasan Rusia dan Belarusia.
Namun, sambung Khrenin, pengerahan rudal Oreshnik Rusia yang mampu membawa hulu ledak nuklir di Belarusia merupakan pencegahan strategis terhadap hal ini.
“Ini adalah reaksi kami terhadap agresi mereka, tindakan agresif, terhadap pernyataan mereka bahwa mereka akan berperang dengan kami,” katanya. “Kami katakan: tidak perlu, kami tidak ingin berperang. Mari kita bernegosiasi.”
Pada hari Kamis, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko diberi pengarahan tentang penempatan sistem rudal Oreshnik Rusia di negaranya.
Sistem rudal tersebut, yang dipersenjatai dengan IRBM hipersonik, akan mulai bertugas tempur sebelum tahun baru, kata Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu.
"Moskow telah mencari solusi diplomatik untuk kontradiksi dan konflik selama masih ada secercah harapan keberhasilan,” kata Putin.
"Setiap peluang yang hilang adalah tanggung jawab mereka yang secara keliru percaya bahwa mereka dapat menggunakan bahasa kekerasan terhadap kami,” paparnya.
(mas)
Lihat Juga :