Pidato Natal Zelensky Doakan Seseorang Binasa, Apakah yang Dimaksud Adalah Putin?
Kamis, 25 Desember 2025 - 08:12 WIB
loading...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendoakan seseorang binasa dalam pidato Malam Natal-nya. Seseorang yang dimaksud kemungkinan Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/TVP World
A
A
A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggunakan pidato Malam Natal-nya untuk mendoakan agar seorang pria yang tidak disebutkan namanya binasa. Media-media Rusia menyimpulkan seseorang yang dimaksud adalah Presiden Vladimir Putin.
Meski demikian, Zelensky mendesak warga Ukraina berdoa untuk keinginan yang lebih besar, yakni perdamaian bagi negara tersebut.
Dalam pesan video yang diterbitkan di saluran Telegram-nya, Zelensky mengaitkan pernyataannya dengan serangan Rusia di wilayah Ukraina dan membingkai hari raya Natal sebagai momen persatuan nasional.
Baca Juga: Putin Ledek Selfie Zelensky di Kupiansk: Dia Artis Berbakat!
“Hari ini, kita semua berbagi satu mimpi...'Semoga dia binasa', masing-masing dari kita mungkin berpikir dalam hati,” kata Zelensky, tanpa menyebutkan nama orang yang dia maksud.
“Tetapi ketika kita berpaling kepada Tuhan, tentu saja, kita meminta sesuatu yang lebih besar,” ujarnya.
Mengutip laporan dari Russia Today, Kamis (25/12/2025), terlepas dari upaya berkelanjutan Rusia-Amerika Serikat untuk mencapai penyelesaian damai atas perang di Ukraina, Zelensky dan pendukung Kyiv dari blok Eropa telah merusak proses tersebut dengan berulang kali mengajukan tuntutan yang tidak dapat diterima.
Pada hari Rabu, Zelensky meluncurkan draf kerangka kerja perdamaian 20 poin yang menurutnya telah dibahas Kyiv dengan AS, dan menyajikan dokumen tersebut sebagai dasar yang diusulkan untuk mengakhiri permusuhan.
Proposal tersebut gagal mengatasi beberapa kekhawatiran utama Rusia, seperti klaim Kyiv atas wilayah-wilayah Ukraina yang bergabung dengan Rusia pada tahun 2022, dan desakannya untuk mempertahankan tentara tetap berkekuatan 800.000 orang yang didukung oleh negara-negara NATO.
Moskow belum secara resmi menanggapi proposal tersebut. Putin telah berulang kali menyatakan bahwa Rusia terbuka untuk negosiasi tetapi bersikeras bahwa setiap penyelesaian harus mengatasi akar penyebab konflik dan mencerminkan realitas teritorial di lapangan.
Meski demikian, Zelensky mendesak warga Ukraina berdoa untuk keinginan yang lebih besar, yakni perdamaian bagi negara tersebut.
Dalam pesan video yang diterbitkan di saluran Telegram-nya, Zelensky mengaitkan pernyataannya dengan serangan Rusia di wilayah Ukraina dan membingkai hari raya Natal sebagai momen persatuan nasional.
Baca Juga: Putin Ledek Selfie Zelensky di Kupiansk: Dia Artis Berbakat!
“Hari ini, kita semua berbagi satu mimpi...'Semoga dia binasa', masing-masing dari kita mungkin berpikir dalam hati,” kata Zelensky, tanpa menyebutkan nama orang yang dia maksud.
“Tetapi ketika kita berpaling kepada Tuhan, tentu saja, kita meminta sesuatu yang lebih besar,” ujarnya.
Mengutip laporan dari Russia Today, Kamis (25/12/2025), terlepas dari upaya berkelanjutan Rusia-Amerika Serikat untuk mencapai penyelesaian damai atas perang di Ukraina, Zelensky dan pendukung Kyiv dari blok Eropa telah merusak proses tersebut dengan berulang kali mengajukan tuntutan yang tidak dapat diterima.
Pada hari Rabu, Zelensky meluncurkan draf kerangka kerja perdamaian 20 poin yang menurutnya telah dibahas Kyiv dengan AS, dan menyajikan dokumen tersebut sebagai dasar yang diusulkan untuk mengakhiri permusuhan.
Proposal tersebut gagal mengatasi beberapa kekhawatiran utama Rusia, seperti klaim Kyiv atas wilayah-wilayah Ukraina yang bergabung dengan Rusia pada tahun 2022, dan desakannya untuk mempertahankan tentara tetap berkekuatan 800.000 orang yang didukung oleh negara-negara NATO.
Moskow belum secara resmi menanggapi proposal tersebut. Putin telah berulang kali menyatakan bahwa Rusia terbuka untuk negosiasi tetapi bersikeras bahwa setiap penyelesaian harus mengatasi akar penyebab konflik dan mencerminkan realitas teritorial di lapangan.
(mas)
Lihat Juga :