Kisah Aktivis Australia Masuk Islam Usai Alami Langsung Kekejaman Blokade Israel di Gaza
Rabu, 24 Desember 2025 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
Martin pertama kali membaca Al-Qur’an sekitar sepuluh tahun lalu dan menyebutnya sebagai salah satu kitab paling mendalam yang pernah ia baca.
Dalam beberapa bulan terakhir, melalui pembelajaran mandiri dan kajian intensif, ia merasa semakin tertarik pada Islam hingga akhirnya memutuskan memeluk agama tersebut.
Ia mengaku terpesona oleh keindahan makna Al-Qur’an, fleksibilitas ajarannya, serta sifatnya yang terbuka dan merangkul semua manusia.
“Ketika Anda benar-benar memahami makna Al-Qur’an, keindahannya, keluasannya, dan bagaimana Islam terbuka untuk semua orang, saya justru heran mengapa tidak semua orang menjadi Muslim,” ujarnya.
Martin menegaskan ia akan terus bersuara secara terbuka tentang Islam dan Palestina. Baginya, diam bukan lagi pilihan setelah menyaksikan sendiri apa yang terjadi.
Ia percaya saat ini adalah momen terbaik untuk mendukung Palestina, karena dukungan dan cinta masyarakat dunia terhadap perjuangan Palestina jauh lebih besar daripada rasa takut terhadap pemerintah Israel atau para pendukungnya.
Ia menutup pernyataannya dengan satu kalimat yang tegas dan penuh makna, “Free Palestine.”
Baca juga: Imam Besar Al-Azhar Ungkap Palestina Capai Tingkat Ketidakadilan yang Tak Memungkinkan Netralitas
Dalam beberapa bulan terakhir, melalui pembelajaran mandiri dan kajian intensif, ia merasa semakin tertarik pada Islam hingga akhirnya memutuskan memeluk agama tersebut.
Ia mengaku terpesona oleh keindahan makna Al-Qur’an, fleksibilitas ajarannya, serta sifatnya yang terbuka dan merangkul semua manusia.
“Ketika Anda benar-benar memahami makna Al-Qur’an, keindahannya, keluasannya, dan bagaimana Islam terbuka untuk semua orang, saya justru heran mengapa tidak semua orang menjadi Muslim,” ujarnya.
Martin menegaskan ia akan terus bersuara secara terbuka tentang Islam dan Palestina. Baginya, diam bukan lagi pilihan setelah menyaksikan sendiri apa yang terjadi.
Ia percaya saat ini adalah momen terbaik untuk mendukung Palestina, karena dukungan dan cinta masyarakat dunia terhadap perjuangan Palestina jauh lebih besar daripada rasa takut terhadap pemerintah Israel atau para pendukungnya.
Ia menutup pernyataannya dengan satu kalimat yang tegas dan penuh makna, “Free Palestine.”
Baca juga: Imam Besar Al-Azhar Ungkap Palestina Capai Tingkat Ketidakadilan yang Tak Memungkinkan Netralitas
(sya)
Lihat Juga :