Demi Kesejahteraan Hewan, Inggris Larang Warganya Rebus Lobster dan Kepiting Hidup-Hidup
Selasa, 23 Desember 2025 - 22:30 WIB
loading...
Inggris akan melarang warganya merebus lobster dan kepiting hidup-hidup. Foto/Daniel Grill
A
A
A
LONDON - Pemerintah Inggris menetapkan rencana untuk melarang perebusan lobster dan kepiting hidup-hidup di bawah strategi kesejahteraan hewan terbarunya. Usulan tersebut muncul dalam strategi baru yang diterbitkan pada hari Senin (22/12/2025).
Langkah ini mengikuti keputusan pemerintah pada tahun 2022 untuk secara resmi mengakui krustasea dekapoda dan moluska sefalopoda sebagai makhluk hidup yang memiliki kesadaran.
Dokumen tersebut menyatakan ada kesenjangan dalam pemahaman tentang bagaimana hewan hidup bergerak melalui rantai pasokan "dari penangkapan hingga pembunuhan," sehingga lebih sulit untuk mencegah "rasa sakit atau penderitaan yang tidak perlu."
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mengatakan akan menerbitkan panduan tentang metode pembunuhan yang manusiawi untuk dekapoda, dengan menyatakan "perebusan hidup-hidup tidak dapat diterima." Alternatif yang disarankan termasuk pembekuan atau penyetruman listrik.
Perebusan hidup-hidup telah digunakan selama berabad-abad, terutama setelah lobster dan kepiting menjadi umum di pasar perkotaan di Eropa dan Amerika Utara pada abad ke-18 dan ke-19, ketika hewan-hewan tersebut dianggap tidak merasakan sakit.
Dalam beberapa dekade terakhir, praktik ini menghadapi kritik yang semakin meningkat karena bukti ilmiah menunjukkan krustasea dekapoda dapat mengalami rasa sakit dan penderitaan.
“Kepiting, lobster, dan udang mengalami penderitaan yang tak terbayangkan, termasuk salah satu bentuk kematian yang paling menyakitkan: direbus hidup-hidup,” ungkap Crustacean Compassion, badan amal kesejahteraan hewan di Inggris.
Lembaga itu menambahkan hewan-hewan tersebut dapat mengalami rasa sakit yang hebat hingga tiga menit sebelum mati.
Kelompok ini telah lama menyerukan kepada pemerintah untuk mengakhiri apa yang mereka sebut sebagai praktik “barbar”.
Kelompok-kelompok industri telah memperingatkan tekanan komersial akan membentuk bagaimana perubahan apa pun diimplementasikan.
“Jika seseorang ingin membeli kepiting atau lobster hidup, mereka tidak akan membayarnya jika sudah mati,” ujar Asosiasi Kerang Britania Raya kepada Daily Mail, mengatakan ada insentif yang kuat di seluruh rantai pasokan untuk meminimalkan stres guna menjaga kualitas dan mengamankan harga yang lebih tinggi.
Namun, mereka memperingatkan biaya peralatan pemingsan yang manusiawi, sekitar USD4.700, dapat menghalangi restoran dan hotel, mendorong mereka mengimpor makanan laut beku dari luar negeri sebagai gantinya.
Baca juga: Hancurkan Tekanan Barat, Indonesia Bersatu dengan Negara-negara Eurasia
Langkah ini mengikuti keputusan pemerintah pada tahun 2022 untuk secara resmi mengakui krustasea dekapoda dan moluska sefalopoda sebagai makhluk hidup yang memiliki kesadaran.
Dokumen tersebut menyatakan ada kesenjangan dalam pemahaman tentang bagaimana hewan hidup bergerak melalui rantai pasokan "dari penangkapan hingga pembunuhan," sehingga lebih sulit untuk mencegah "rasa sakit atau penderitaan yang tidak perlu."
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mengatakan akan menerbitkan panduan tentang metode pembunuhan yang manusiawi untuk dekapoda, dengan menyatakan "perebusan hidup-hidup tidak dapat diterima." Alternatif yang disarankan termasuk pembekuan atau penyetruman listrik.
Perebusan hidup-hidup telah digunakan selama berabad-abad, terutama setelah lobster dan kepiting menjadi umum di pasar perkotaan di Eropa dan Amerika Utara pada abad ke-18 dan ke-19, ketika hewan-hewan tersebut dianggap tidak merasakan sakit.
Dalam beberapa dekade terakhir, praktik ini menghadapi kritik yang semakin meningkat karena bukti ilmiah menunjukkan krustasea dekapoda dapat mengalami rasa sakit dan penderitaan.
“Kepiting, lobster, dan udang mengalami penderitaan yang tak terbayangkan, termasuk salah satu bentuk kematian yang paling menyakitkan: direbus hidup-hidup,” ungkap Crustacean Compassion, badan amal kesejahteraan hewan di Inggris.
Lembaga itu menambahkan hewan-hewan tersebut dapat mengalami rasa sakit yang hebat hingga tiga menit sebelum mati.
Kelompok ini telah lama menyerukan kepada pemerintah untuk mengakhiri apa yang mereka sebut sebagai praktik “barbar”.
Kelompok-kelompok industri telah memperingatkan tekanan komersial akan membentuk bagaimana perubahan apa pun diimplementasikan.
“Jika seseorang ingin membeli kepiting atau lobster hidup, mereka tidak akan membayarnya jika sudah mati,” ujar Asosiasi Kerang Britania Raya kepada Daily Mail, mengatakan ada insentif yang kuat di seluruh rantai pasokan untuk meminimalkan stres guna menjaga kualitas dan mengamankan harga yang lebih tinggi.
Namun, mereka memperingatkan biaya peralatan pemingsan yang manusiawi, sekitar USD4.700, dapat menghalangi restoran dan hotel, mendorong mereka mengimpor makanan laut beku dari luar negeri sebagai gantinya.
Baca juga: Hancurkan Tekanan Barat, Indonesia Bersatu dengan Negara-negara Eurasia
(sya)
Lihat Juga :