Pakistan Jual Jet Tempur Buatan China ke Pasukan Khalifa Haftar di Libya Senilai Rp77 Triliun
Selasa, 23 Desember 2025 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
Haftar melakukan upaya yang gagal untuk menaklukkan Tripoli pada tahun 2019 dengan dukungan Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Mesir, dan Rusia.
Turki turun tangan untuk membela pemerintah di Tripoli, mengirimkan tentara bayaran dan drone TB2.
Sejak itu, Turki telah menempatkan ribuan pasukan di bagian barat Libya dan menyepakati perjanjian maritim yang kontroversial dengan pemerintah di Tripoli.
Dbeibeh dinominasikan sebagai perdana menteri Libya pada tahun 2021 sebagai bagian dari proses yang didukung PBB untuk mempersiapkan negara tersebut untuk pemilihan umum.
Namun, ia malah mengkonsolidasikan kekuasaan di tangannya dan mencari dukungan dari milisi-milisi kuat yang mengendalikan Tripoli untuk tetap berkuasa.
Setelah penggulingan penguasa lama Muammar Gaddafi oleh NATO pada tahun 2011, Libya menjadi arena konflik proksi antara negara-negara Teluk dan Turki.
Namun, garis pertempuran tersebut telah kabur dalam beberapa tahun terakhir.
UEA dan Arab Saudi telah memperluas hubungan ke Tripoli, sementara Turki telah mendekati Haftar melalui putranya dan kemungkinan penggantinya, Saddam.
Awal tahun ini, sempat diadakan diskusi tentang kunjungan Khalifa Haftar ke Turki, tetapi kunjungan tersebut tidak pernah terwujud.
Turki turun tangan untuk membela pemerintah di Tripoli, mengirimkan tentara bayaran dan drone TB2.
Sejak itu, Turki telah menempatkan ribuan pasukan di bagian barat Libya dan menyepakati perjanjian maritim yang kontroversial dengan pemerintah di Tripoli.
Dbeibeh dinominasikan sebagai perdana menteri Libya pada tahun 2021 sebagai bagian dari proses yang didukung PBB untuk mempersiapkan negara tersebut untuk pemilihan umum.
Namun, ia malah mengkonsolidasikan kekuasaan di tangannya dan mencari dukungan dari milisi-milisi kuat yang mengendalikan Tripoli untuk tetap berkuasa.
Setelah penggulingan penguasa lama Muammar Gaddafi oleh NATO pada tahun 2011, Libya menjadi arena konflik proksi antara negara-negara Teluk dan Turki.
Namun, garis pertempuran tersebut telah kabur dalam beberapa tahun terakhir.
Pergeseran Aliansi Libya
UEA dan Arab Saudi telah memperluas hubungan ke Tripoli, sementara Turki telah mendekati Haftar melalui putranya dan kemungkinan penggantinya, Saddam.
Awal tahun ini, sempat diadakan diskusi tentang kunjungan Khalifa Haftar ke Turki, tetapi kunjungan tersebut tidak pernah terwujud.
Lihat Juga :