5 Perang Minyak yang Mengubah Sejarah Dunia

Selasa, 23 Desember 2025 - 15:30 WIB
loading...
A A A
Upaya Jerman untuk mengalahkan Uni Soviet dalam satu kampanye blitzkrieg telah gagal pada musim panas 1941. Pada Juni 1942, pasukan Jerman yang telah melemah hanya cukup kuat untuk melancarkan serangan di satu sektor saja dari front Rusia yang luas. Hitler memusatkan divisi-divisi terbaiknya di Rusia selatan, untuk menyerang ladang minyak Kaukasus yang kaya.

Meskipun Operasi Biru dimulai dengan baik dan hampir mencapai Stalingrad pada bulan Agustus, Jerman segera menghadapi dilema: mengumpulkan pasukan mereka dan berbalik ke selatan untuk merebut minyak, atau terus bergerak ke barat untuk merebut Stalingrad sebagai benteng melawan pasukan Soviet yang berkumpul di pedalaman Rusia.

Hitler, seperti biasanya, mencoba untuk mendapatkan semuanya. Pasukan Jerman terpecah, dengan satu cabang maju menuju Kaukasus, dan cabang lainnya menuju Stalingrad. Kedua pihak hampir berhasil, tetapi tidak satu pun yang memiliki cukup pasukan atau persediaan untuk menyelesaikan misi mereka.

Nazi tidak dapat merebut pusat minyak Grozny dan Baku, meskipun mereka dapat membanggakan diri karena telah menancapkan bendera mereka di Gunung Elbrus, gunung tertinggi di Kaukasus. Sementara itu, di utara, Soviet diam-diam mengumpulkan pasukan mereka untuk serangan balasan di Stalingrad. Dalam waktu enam bulan, ekspedisi Kaukasus Jerman mundur sepenuhnya, sementara lebih dari 100.000 tentara Jerman menyerah di Stalingrad, menandai titik balik dalam Perang Dunia II. Mimpi tentang minyak berakhir dengan hancurnya Mimpi Besi Hitler.

3. Perang Tanker Iran-Irak

Perang Iran-Irak tahun 1980-1988 berlangsung selama delapan tahun yang berdarah, dan menyeret kedua pihak yang bertikai. Frustrasi oleh kebuntuan di lapangan, kedua pihak berusaha menyerang musuh mereka melalui minyak. Irak memulai Perang Tanker pada tahun 1984 dengan menyerang fasilitas minyak Iran dan kapal-kapal yang berdagang dengan Iran.

Iran membalas dengan serangan udara dan laut terhadap kapal-kapal Irak dan lokasi pengeboran minyak, dan yang lebih penting, memasang ranjau laut di Teluk Persia. Meskipun menyerang sekitar 450 kapal, kedua pihak tidak mampu menghancurkan pihak lain atau memaksa penyerahan diri.

Namun, Perang Tanker memiliki satu hasil utama yakni itu membawa Amerika Serikat ke dalam permusuhan langsung dengan Iran setelah kapal perang Amerika mulai mengawal lalu lintas kapal dagang di Teluk Persia. Setelah ranjau dan rudal Iran merusak lalu lintas sipil dan sebuah kapal perusak Amerika, kapal perang, pesawat, dan komando SEAL AS menghancurkan kapal dan fasilitas angkatan laut Iran.

4. Invasi Saddam Hussein ke Kuwait

Pada tahun 1991, Irak menginvasi Kuwait yang bertetangga karena perselisihan tentang utang perang Irak, kelebihan produksi minyak Kuwait, klaim Irak bahwa Kuwait adalah bagian yang sah dari Irak, dan mungkin keinginan untuk merebut cadangan minyak Kuwait.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Trump Marah Besar, Sebut...
Trump Marah Besar, Sebut Netanyahu ‘Gila' Usai Iran Hentikan Negosiasi
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait: Rudal Patriot AS yang Error, Hantam Terminal Penumpang
Rekomendasi
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Link Live Streaming...
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved