Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Sabtu, 20 Desember 2025 - 19:18 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 10 Negara yang Menampilkan Burung dan Hewan di Bendera Nasional
"Republik Arab Suriah menegaskan kembali komitmen teguhnya untuk memerangi ISIS dan memastikan bahwa ISIS tidak memiliki tempat perlindungan yang aman di wilayah Suriah, dan akan terus mengintensifkan operasi militer terhadapnya di mana pun ISIS menimbulkan ancaman," kata kementerian tersebut dalam pernyataan yang dibagikan di X pada Sabtu pagi.
"Ini bukan awal dari perang — ini adalah deklarasi pembalasan," kata Hegseth dalam sebuah unggahan di media sosial. “Hari ini, kami memburu dan membunuh musuh-musuh kami. Banyak sekali. Dan kami akan terus melakukannya.”
Ayman Oghanna dari Al Jazeera, melaporkan dari Damaskus, mengatakan serangan itu menghantam bagian tengah dan timur laut negara itu. Sumber-sumber lokal di Palmyra dan Raqqa mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka mendengar suara jet tempur dan ledakan besar sepanjang malam.
Seorang pejabat AS mengatakan operasi tersebut menghantam 70 target yang menyimpan infrastruktur dan senjata ISIS.
2. Didukung Pemerintah Baru Suriah
Kementerian Luar Negeri Suriah juga mengulangi komitmennya untuk memerangi ISIS dan mengatakan bahwa mereka "mengundang Amerika Serikat dan negara-negara anggota koalisi internasional untuk mendukung upaya-upaya ini"."Republik Arab Suriah menegaskan kembali komitmen teguhnya untuk memerangi ISIS dan memastikan bahwa ISIS tidak memiliki tempat perlindungan yang aman di wilayah Suriah, dan akan terus mengintensifkan operasi militer terhadapnya di mana pun ISIS menimbulkan ancaman," kata kementerian tersebut dalam pernyataan yang dibagikan di X pada Sabtu pagi.
3. Bukan Deklarasi Perang
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya mengatakan bahwa pasukan AS telah menargetkan "pejuang ISIS, infrastruktur, dan lokasi senjata", menambahkan bahwa serangan itu dinamai Operasi Hawkeye Strike."Ini bukan awal dari perang — ini adalah deklarasi pembalasan," kata Hegseth dalam sebuah unggahan di media sosial. “Hari ini, kami memburu dan membunuh musuh-musuh kami. Banyak sekali. Dan kami akan terus melakukannya.”
Ayman Oghanna dari Al Jazeera, melaporkan dari Damaskus, mengatakan serangan itu menghantam bagian tengah dan timur laut negara itu. Sumber-sumber lokal di Palmyra dan Raqqa mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka mendengar suara jet tempur dan ledakan besar sepanjang malam.
Seorang pejabat AS mengatakan operasi tersebut menghantam 70 target yang menyimpan infrastruktur dan senjata ISIS.
4. AS Kerahkan Jet Tempur
Komando Pusat militer AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi di Timur Tengah, mengatakan telah mengerahkan “jet tempur, helikopter serang, dan artileri” untuk meluncurkan “lebih dari 100 amunisi presisi yang menargetkan infrastruktur dan situs senjata ISIS yang diketahui”. Mereka tidak memberikan detail lebih lanjut tentang lokasi pasti atau korban jiwa.Lihat Juga :