Arab Saudi Luncurkan Kapal Perang Baru Jalalat Al-Malik Saud, Ini Kecanggihannya
Kamis, 18 Desember 2025 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden Donald Trump memperkuat hubungan bilateral, menandatangani beberapa perjanjian pertahanan dan memajukan kesepakatan pengadaan senjata utama selama pertemuan Gedung Putih pada bulan November. Trump telah menetapkan kerajaan tersebut sebagai sekutu utama non-NATO dan setuju untuk menjual jet tempur siluman F-35 kepadanya.
Kapal perang Jalalat Al-Malik Saud adalah kapal tempur canggih yang mampu menghadapi ancaman udara, permukaan, dan bawah permukaan, menurut kepala staf Angkatan Laut Kerajaan Arab Saudi yang dikutip Saudi Gazette, Kamis (18/2/2025).
Pembangunan kapal dimulai pada tahun 2021, sebagai bagian dari proyek Tuwaiq bekerja sama dengan AS, termasuk pelatihan awak dan penyediaan dukungan logistik, teknis, dan operasional.
Pada tahun 2018, Lockheed Martin mendapatkan kontrak senilai USD450 juta untuk memulai desain dan perencanaan detail pembangunan empat Kapal Tempur Permukaan Multi-Misi (MMSC) yang akan dibangun di galangan kapal Fincantieri Marinette Marine di Marinette, Wisconsin.
Kemudian, pada tahun 2019 perusahaan pembuat kapal milik negara Italia, Fincantieri, memenangkan kontrak senilai USD1,3 miliar untuk membangun kapal-kapal tersebut.
Kapal perang Jalalat Al-Malik Saud adalah kapal tempur canggih yang mampu menghadapi ancaman udara, permukaan, dan bawah permukaan, menurut kepala staf Angkatan Laut Kerajaan Arab Saudi yang dikutip Saudi Gazette, Kamis (18/2/2025).
Pembangunan kapal dimulai pada tahun 2021, sebagai bagian dari proyek Tuwaiq bekerja sama dengan AS, termasuk pelatihan awak dan penyediaan dukungan logistik, teknis, dan operasional.
Pada tahun 2018, Lockheed Martin mendapatkan kontrak senilai USD450 juta untuk memulai desain dan perencanaan detail pembangunan empat Kapal Tempur Permukaan Multi-Misi (MMSC) yang akan dibangun di galangan kapal Fincantieri Marinette Marine di Marinette, Wisconsin.
Kemudian, pada tahun 2019 perusahaan pembuat kapal milik negara Italia, Fincantieri, memenangkan kontrak senilai USD1,3 miliar untuk membangun kapal-kapal tersebut.
Lihat Juga :