Negara Ini Kaya Minyak, tapi Rakyatnya Miskin dan Menderita

Rabu, 17 Desember 2025 - 21:02 WIB
loading...
Negara Ini Kaya Minyak,...
Venezuela ini dikenal kaya minyak, tetapi rakyatnya miskin dan menderita. Foto/X/@MarioNawfal
A A A
CARACAS - Venezuela kaya minyak, tetapi kekurangan uang tunai. Rak-rak toko yang kosong dan rumah sakit yang kekurangan obat-obatan telah mendorong rakyatnya ke dalam keputusasaan. Bahkan, Amerika Serikat (AS) berusaha mendapatkan konsensi minyak dengan menggunakan kekuatan militer.

Sistem ekonomi yang bertujuan untuk membebaskan warga Venezuela dari kemiskinan dan pemerintahan yang korup kini malah membuat mereka kelaparan.

Melansir DW, subsidi makanan, pendaftaran pendidikan tinggi, dan akses ke layanan kesehatan dipuji oleh pemimpin lama Hugo Chavez sebagai bukti bahwa revolusi sosialisnya berhasil. Namun, masa jabatan Chavez juga memunculkan dua perkembangan yang menjadi akar krisis ekonomi Venezuela saat ini: pengambilalihan industri minyak atas nama nasionalisasi dan perluasan barang-barang impor.

Nicolas Maduro, penerus pilihannya, melanjutkan tren ini ketika ia menjabat pada tahun 2013.

Negara Ini Kaya Minyak, tapi Rakyatnya Miskin dan Menderita

1. Kurangnya Diversifikasi Ekonomi

Melansir DW, kurangnya diversifikasi ekonomi menjadi penyebab masalah ekonomi Venezuela.

Menurut angka OPEC tahun 2015, Venezuela memiliki cadangan minyak mentah terbukti terbanyak di dunia, dengan lebih dari 300 miliar barel. Itu menempatkannya di depan Arab Saudi (266 miliar barel), Iran (158 miliar barel) dan Irak (142 miliar barel).

Meskipun minyak tidak secara otomatis sama dengan uang tunai, pemerintah Venezuela telah menghabiskan uangnya seolah-olah demikian. Kurangnya transparansi mempersulit penentuan angka pasti pengeluaran. Namun, yang jelas adalah bahwa Chavez menempatkan minyak bumi sebagai pusat perekonomiannya: lebih dari 90 persen ekspor Venezuela dan sekitar setengah dari pendapatan pemerintah berasal dari minyak.

Warisan Hugo Chavez kontroversial. Pendukungnya memuja revolusioner politik tersebut. Tetapi para kritikus menuduhnya dengan kebijakan ekonomi yang membawa bencana yang menjadi akar dari berbagai krisis saat ini.

Baca Juga: 10 Pangkalan Militer Rahasia di Dunia, dari Bawah Tanah hingga Tersembunyi di Wilayah Antah Berantah

2. Tak Memiliki SDM yang Mumpuni Mengelola Minyak

Melansir DW, harga minyak tidak menceritakan keseluruhan cerita. Pendekatan Chavez dalam memperoleh keuntungan dari minyak – yang diperburuk oleh penerusnya – dapat disimpulkan dengan satu kata: salah urus.

Petróleos de Venezuela (PDVSA), perusahaan minyak milik negara Venezuela, melakukan pemogokan pada tahun 2002 setelah kudeta gagal menggulingkan Chavez dari kekuasaan. Sebagai balasannya, ia memecat sekitar 18.000 personelnya. Langkah ini menandai awal dari pendekatan yang terlalu ikut campur dalam pengelolaan minyak negara.

Pada tahun 2006, Chavez memulai tren berbahaya lainnya: meminimalkan investasi dalam infrastruktur dan memaksimalkan kendali atas ladang minyak. Produksi menurun tanpa teknologi mutakhir dari perusahaan asing, belum lagi pasokan, seperti injeksi gas alam untuk mengekstraksi minyak.

Presiden Maduro menjabat setelah kematian Chavez pada tahun 2013. Pemerintahannya telah mengabaikan cabang legislatif yang dikendalikan oposisi dengan mengeluarkan dekrit.

3. Kapal Tanker yang Tua

Hukum maritim hanya mengizinkan kapal untuk berlayar di laut lepas jika memenuhi standar lingkungan. Kapal tanker Venezuela yang sudah tua dan tercemar minyak mentah tidak memenuhi standar tersebut.

PDVSA memiliki tumpukan tagihan pembersihan yang tidak dapat dibayarnya. Menurut laporan Reuters baru-baru ini, penantian untuk beberapa kapal tanker berlangsung hingga dua bulan.

Terlepas dari pembersihan, kemungkinan pemerasan Rusia yang terus meningkat telah memberi PDVSA lebih banyak alasan untuk khawatir. Pada bulan Oktober, konglomerat pelayaran milik negara Rusia Sovcomflot, yang menyediakan 15 persen kapal tanker Venezuela, menolak untuk melepaskan kapal yang membawa minyak Venezuela karena tunggakan biaya pengiriman. Tagihannya: USD30 juta.

Venezuela berutang uang ke seluruh dunia karena gagal membayar pembelian kapal tanker baru di Iran dan galangan kapal di Portugal. Laporan bahwa PDVSA gagal membayar $404 juta pada bulan November - untuk obligasi yang jatuh tempo pada tahun 2021, 2024, dan 2035 - semakin menimbulkan kekhawatiran investor. Perusahaan membantah laporan tersebut, dan menyatakan penundaan tersebut disebabkan oleh masalah teknis.

4. Bergantung pada Rusia dan China

Kekhawatiran terbesar saat ini adalah Venezuela akan gagal membayar utang negara.

Bank-bank internasional telah lama menjaga jarak dari Caracas, yang telah memberlakukan kontrol mata uang yang mengharuskan bisnis untuk membeli uang mereka bukan melalui bank swasta, tetapi melalui pemerintah.

Venezuela meminjam hampir miliar dolar dari China dan Rusia ketika harga minyak lebih menguntungkan. Kesepakatan itu adalah untuk membayar kembali kreditor dengan minyak dan bahan bakar.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Alex Saab, Eks Menteri...
Alex Saab, Eks Menteri Venezuela Sekutu Maduro, Diusir ke AS untuk Kedua Kalinya
Venezuela Tolak Tawaran...
Venezuela Tolak Tawaran Trump untuk Jadi Negara Bagian ke-51 AS
AS Rebut 13,5 Kg Uranium...
AS Rebut 13,5 Kg Uranium Venezuela, Akan Digunakan Membuat Bom Nuklir?
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik 
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved