Hamas Peringatkan Israel Berulang Langgar Gencatan Senjata Bisa Runtuhkan Kesepakatan

Rabu, 17 Desember 2025 - 06:37 WIB
loading...
Hamas Peringatkan Israel...
Pemimpin Hamas, Ghazi Hamad. Foto/cuplikan video
A A A
GAZA - Pemimpin Hamas, Ghazi Hamad, memperingatkan pelanggaran berulang Israel terhadap perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza dapat menyebabkan keruntuhannya sepenuhnya, meskipun ketentuan-ketentuannya jelas dan diawasi mediator internasional.

Dalam pernyataannya kepada media pada hari Selasa, Hamad menekankan perjanjian tersebut ditandatangani pada 9 Oktober 2025, di hadapan mediator dari Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat (AS), di bawah pengawasan langsung pemerintahan AS.

Ia mencatat 66 hari telah berlalu sejak perjanjian tersebut berlaku. Dia menekankan ketentuan-ketentuannya jelas, rinci, dan tidak ambigu.

Namun, ia menegaskan penjajah Israel telah memanipulasi dan secara sistematis melanggar ketentuan-ketentuannya, gagal memenuhi kewajiban apa pun, seperti yang dilaporkan Al-Jazeera Arabic.

Pelanggaran yang Disengaja dan Direncanakan


Hamad menegaskan Hamas telah sepenuhnya mematuhi perjanjian sejak hari pertama dan tidak melakukan pelanggaran apa pun, sebagaimana dikonfirmasi para mediator yang memantau perkembangan di lapangan setiap hari.

Sebaliknya, ia menyatakan pendudukan telah melakukan pelanggaran “disengaja dan direncanakan” melalui keputusan pemerintah dan militer.

Pelanggaran ini termasuk pembunuhan, eksekusi, penembakan warga sipil, pemboman, dan pembunuhan di Jalur Gaza, selain pelanggaran yang terkait dengan bantuan kemanusiaan dan penyeberangan perbatasan.

Sekitar 25 Pelanggaran Per Hari


Hamad mengatakan jumlah total pelanggaran telah melebihi 813 sejak perjanjian tersebut berlaku, rata-rata sekitar 25 pelanggaran per hari.

Ini, katanya, adalah “masalah serius” yang mencerminkan niat yang direncanakan untuk melemahkan perjanjian dan membuatnya tidak berarti.

Pemimpin Hamas menambahkan gerakan tersebut telah menyerahkan laporan harian terperinci tentang pelanggaran ini kepada para mediator dan ruang operasi gabungan yang bertanggung jawab untuk memantau perjanjian tersebut.

Namun, penjajah Israel mengabaikan bukti-bukti tersebut, melanjutkan eskalasi, dan secara terbuka menyatakan niatnya melanjutkan pembunuhan dan penangkapan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Panas! Iran Gempur 18...
Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Polisi Tutup Sementara...
Polisi Tutup Sementara Jalan Sudirman Imbas Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Berita Terkini
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved