Kamboja Hanya Andalkan Mortir dan Peluncur Roket untuk Menggempur Thailand

Minggu, 14 Desember 2025 - 20:30 WIB
loading...
A A A
Selain itu, sebagian besar orang menuju ke kamp-kamp yang didirikan secara tergesa-gesa jauh dari garis depan. Beberapa hari yang lalu, jumlah pengungsi mencapai setengah juta di kedua sisi perbatasan.

Kamboja kini telah menutup perbatasannya, yang berarti warga Kamboja yang ingin kembali ke rumah tidak dapat melakukannya. Sementara itu, hingga 7.000 warga Thailand yang terdampar di perbatasan darat Poipet tampaknya terjebak di dalam Kamboja.

Yang semakin mempersulit pergerakan, Thailand telah mengumumkan jam malam penuh di lima distrik tempat pertempuran sengit terjadi. Dari pukul 7 malam hingga 5 pagi, tidak ada yang diizinkan berada di jalan. Orang-orang sangat ingin keluar, tetapi pembatasan semakin diperketat – dan situasinya semakin serius.

Angkatan Darat Kerajaan Thailand mengatakan bahwa mereka “tidak pernah menyebutkan atau memiliki rencana apa pun” untuk gencatan senjata dan bahwa “tidak ada rencana” untuk menghentikan pertempuran.

Melalui pernyataan dari juru bicara angkatan darat Mayor Jenderal Winthai Suvaree dan para pemimpin militer lainnya, angkatan darat mengklaim Kamboja telah melancarkan serangan dengan senjata berat, roket BM-21, dan drone bunuh diri. Ditambahkan bahwa mereka menghadapi “ancaman serius terhadap keamanan nasional dan berdampak pada rakyat Thailand”.

“Angkatan Darat Kerajaan Thailand menegaskan bahwa operasi ini akan berlanjut hingga Kamboja menghentikan permusuhan dan serangannya terhadap pasukan dan warga sipil Thailand di daerah perbatasan,” kata angkatan darat.

Para analis mengatakan kepada Al Jazeera bahwa militer Thailand telah menolak rencana gencatan senjata yang didukung AS selama berbulan-bulan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Pertanyakan Penahanan: Razman Saja Tak Ditahan
Berita Terkini
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved