Trump Janji Akan Balas Dendam karena 2 Tentaranya Tewas di Suriah
Minggu, 14 Desember 2025 - 14:19 WIB
loading...
A
A
A
Personel Amerika sebelumnya pernah diserang, dan insiden hari Sabtu adalah yang paling mematikan sejak ledakan tahun 2019 di kota Manbij di utara yang menghantam patroli, menewaskan dua anggota militer AS dan dua warga sipil AS.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan pasukan Suriah telah mengeluarkan peringatan intelijen kepada pasukan pimpinan AS dan bahwa pelaku penyerangan telah dikenal oleh pihak berwenang sebelum serangan mematikan tersebut.
Nour Eddin al-Baba mengatakan kepada televisi pemerintah Suriah bahwa pimpinan Pasukan Keamanan Internal negara itu di wilayah Badia telah memperingatkan koalisi internasional pimpinan AS melawan ISIS di Suriah tentang informasi awal yang "menunjukkan kemungkinan pelanggaran atau serangan ISIS yang diperkirakan akan terjadi."
"Namun, pasukan (koalisi) tidak mempertimbangkan peringatan Suriah," kata al-Baba.
Dia mengatakan serangan itu terjadi ketika para pemimpin dari Delegasi AS dan Pasukan Keamanan Internal Suriah melakukan kunjungan bersama pada Sabtu pagi di wilayah Badia. Delegasi tersebut kemudian memasuki "fasilitas komando yang diper fortified" milik pimpinan Pasukan Keamanan Internal Suriah, di mana penyerang melepaskan tembakan di gerbang.
"Penyerang tersebut terlibat baku tembak dengan penjaga Suriah dan koalisi sebelum akhirnya dilumpuhkan," kata al-Baba.
Juru bicara tersebut mengatakan bahwa penilaian yang dilakukan pada hari Rabu menunjukkan bahwa penyerang mungkin memiliki ide-ide ekstremis. Hasil tes tersebut seharusnya dikeluarkan pada hari Minggu, "tetapi takdir menentukan bahwa serangan itu terjadi pada hari Sabtu, yang merupakan hari libur administratif," kata al-Baba.
Lalu lintas di jalan raya antara Deir Ezzor dan Damaskus dihentikan pada hari Sabtu sehubungan dengan insiden tersebut, dan video menunjukkan pesawat tempur AS di atas.
"Helikopter AS turun tangan untuk mengevakuasi korban luka ke pangkalan al-Tanf setelah insiden penembakan," lapor kantor berita nasional resmi Suriah, SANA. Al-Tanf adalah pangkalan AS di Suriah timur yang berbatasan dengan Irak.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan pasukan Suriah telah mengeluarkan peringatan intelijen kepada pasukan pimpinan AS dan bahwa pelaku penyerangan telah dikenal oleh pihak berwenang sebelum serangan mematikan tersebut.
Nour Eddin al-Baba mengatakan kepada televisi pemerintah Suriah bahwa pimpinan Pasukan Keamanan Internal negara itu di wilayah Badia telah memperingatkan koalisi internasional pimpinan AS melawan ISIS di Suriah tentang informasi awal yang "menunjukkan kemungkinan pelanggaran atau serangan ISIS yang diperkirakan akan terjadi."
"Namun, pasukan (koalisi) tidak mempertimbangkan peringatan Suriah," kata al-Baba.
Dia mengatakan serangan itu terjadi ketika para pemimpin dari Delegasi AS dan Pasukan Keamanan Internal Suriah melakukan kunjungan bersama pada Sabtu pagi di wilayah Badia. Delegasi tersebut kemudian memasuki "fasilitas komando yang diper fortified" milik pimpinan Pasukan Keamanan Internal Suriah, di mana penyerang melepaskan tembakan di gerbang.
"Penyerang tersebut terlibat baku tembak dengan penjaga Suriah dan koalisi sebelum akhirnya dilumpuhkan," kata al-Baba.
Juru bicara tersebut mengatakan bahwa penilaian yang dilakukan pada hari Rabu menunjukkan bahwa penyerang mungkin memiliki ide-ide ekstremis. Hasil tes tersebut seharusnya dikeluarkan pada hari Minggu, "tetapi takdir menentukan bahwa serangan itu terjadi pada hari Sabtu, yang merupakan hari libur administratif," kata al-Baba.
Lalu lintas di jalan raya antara Deir Ezzor dan Damaskus dihentikan pada hari Sabtu sehubungan dengan insiden tersebut, dan video menunjukkan pesawat tempur AS di atas.
"Helikopter AS turun tangan untuk mengevakuasi korban luka ke pangkalan al-Tanf setelah insiden penembakan," lapor kantor berita nasional resmi Suriah, SANA. Al-Tanf adalah pangkalan AS di Suriah timur yang berbatasan dengan Irak.
(ahm)
Lihat Juga :