Ilmuwan Nuklir Iran yang Digantung Mengaku Mata-mata Mossad karena Ibunya Diancam
Minggu, 14 Desember 2025 - 06:46 WIB
loading...
A
A
A
Razavi juga mempertanyakan pernyataan media pemerintah bahwa Vadi menerima tas hitam berisi uang tunai. "Di era transaksi digital, mengapa seorang ilmuwan berpendidikan tinggi menerima uang tunai dalam tas?" katanya.
Vadi, kata Razavi, digambarkan telah menyalin file-file sensitif ke hard drive dan menyerahkannya di toilet umum taman. Menurutnya, pernyataan tersebut "tidak masuk akal" mengingat ketersediaan platform digital yang aman seperti Signal atau Telegram.
Organisasi hak asasi manusia telah lama menyuarakan kekhawatiran tentang pengakuan paksa yang diperoleh melalui penyiksaan dalam sistem peradilan Iran.
Razavi menggambarkan Vadi sebagai orang yang cerdas, berbakti kepada keluarganya, dan fokus pada pekerjaan, mencatat bahwa dia tinggal bersama ibunya dan memiliki penghasilan yang sederhana. Dia mengatakan Vadi tidak terlibat dalam politik dan berkomitmen untuk mendukung penelitian nuklir damai.
Setelah perang Juni, pengadilan Iran telah menangkap, mengadili, dan mengeksekusi beberapa orang atas tuduhan spionase yang melibatkan Israel. Dalam salah satu kasus baru-baru ini, tahanan politik Javad Naeimi dieksekusi pada 18 Oktober di Qom. Eksekusi ini telah menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia internasional dan pelapor khusus PBB.
Vadi, kata Razavi, digambarkan telah menyalin file-file sensitif ke hard drive dan menyerahkannya di toilet umum taman. Menurutnya, pernyataan tersebut "tidak masuk akal" mengingat ketersediaan platform digital yang aman seperti Signal atau Telegram.
Organisasi hak asasi manusia telah lama menyuarakan kekhawatiran tentang pengakuan paksa yang diperoleh melalui penyiksaan dalam sistem peradilan Iran.
Razavi menggambarkan Vadi sebagai orang yang cerdas, berbakti kepada keluarganya, dan fokus pada pekerjaan, mencatat bahwa dia tinggal bersama ibunya dan memiliki penghasilan yang sederhana. Dia mengatakan Vadi tidak terlibat dalam politik dan berkomitmen untuk mendukung penelitian nuklir damai.
Setelah perang Juni, pengadilan Iran telah menangkap, mengadili, dan mengeksekusi beberapa orang atas tuduhan spionase yang melibatkan Israel. Dalam salah satu kasus baru-baru ini, tahanan politik Javad Naeimi dieksekusi pada 18 Oktober di Qom. Eksekusi ini telah menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia internasional dan pelapor khusus PBB.
(mas)
Lihat Juga :