Ilmuwan Nuklir Iran yang Digantung Mengaku Mata-mata Mossad karena Ibunya Diancam
Minggu, 14 Desember 2025 - 06:46 WIB
loading...
A
A
A
“Mereka telah memberi tahu Rouzbeh bahwa jika dia tidak mengaku melakukan spionase dan setuju untuk tampil dalam wawancara televisi, mereka akan menyiksa ibunya," ujarnya kepada Iran International, Sabtu (13/12/2025).
Vadi, yang memiliki gelar doktor di bidang teknik reaktor, telah ikut menulis makalah penelitian tahun 2011 bersama para ahli nuklir senior Iran yang kemudian tewas selama perang dengan Israel pada Juni lalu. Gelar doktor yang disandang Vadi tertulis di profil Google Scholar-nya.
Pihak kehakiman mengatakan dia dihukum karena mentransfer informasi rahasia tentang salah satu ilmuwan yang tewas dalam serangan Israel tersebut kepada Mossad.
Menurut Razavi, para penyidik memperingatkan Vadi bahwa kecuali dia mengakui spionase dan muncul dalam pengakuan yang disiarkan di televisi, “mereka akan menyiksa ibunya.” Dia mengatakan Vadi menerima apa yang disebutnya sebagai tuduhan palsu dalam kondisi tersebut.
Vadi, anggota Institut Penelitian Sains dan Teknologi Nuklir yang berafiliasi dengan Organisasi Energi Atom, dieksekusi pada 6 Agustus. Pihak kehakiman mengatakan pada saat itu dia telah “direkrut melalui dunia maya oleh Mossad.”
Pengakuan tersebut, kata Razavi, yang disiarkan di televisi pemerintah, adalah satu-satunya dasar untuk vonis tersebut. Dia mengatakan pihak berwenang "bertindak cepat" setelah perang 12 hari pada bulan Juni dan melaksanakan eksekusi tanpa memberi tahu keluarga.
Vadi, yang memiliki gelar doktor di bidang teknik reaktor, telah ikut menulis makalah penelitian tahun 2011 bersama para ahli nuklir senior Iran yang kemudian tewas selama perang dengan Israel pada Juni lalu. Gelar doktor yang disandang Vadi tertulis di profil Google Scholar-nya.
Pihak kehakiman mengatakan dia dihukum karena mentransfer informasi rahasia tentang salah satu ilmuwan yang tewas dalam serangan Israel tersebut kepada Mossad.
Menurut Razavi, para penyidik memperingatkan Vadi bahwa kecuali dia mengakui spionase dan muncul dalam pengakuan yang disiarkan di televisi, “mereka akan menyiksa ibunya.” Dia mengatakan Vadi menerima apa yang disebutnya sebagai tuduhan palsu dalam kondisi tersebut.
Vadi, anggota Institut Penelitian Sains dan Teknologi Nuklir yang berafiliasi dengan Organisasi Energi Atom, dieksekusi pada 6 Agustus. Pihak kehakiman mengatakan pada saat itu dia telah “direkrut melalui dunia maya oleh Mossad.”
Pengakuan tersebut, kata Razavi, yang disiarkan di televisi pemerintah, adalah satu-satunya dasar untuk vonis tersebut. Dia mengatakan pihak berwenang "bertindak cepat" setelah perang 12 hari pada bulan Juni dan melaksanakan eksekusi tanpa memberi tahu keluarga.
Lihat Juga :