China Dapat Tenggelamkan Kapal Induk Tercanggih AS, Pejabat Amerika Langsung Pucat Pasi
Kamis, 11 Desember 2025 - 12:40 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, lima perusahaan pertahanan besar, yang jumlahnya telah menyusut dari sepuluh kali lipat pada tahun 1990-an, terus menjual kepada pemerintah AS versi yang lebih mahal dari kapal, pesawat, dan rudal yang sama, menurut The New York Times.
Para pejabat pertahanan menyadari bahwa AS rentan karena senjata-senjata kompleks ini tidak mungkin diproduksi secara massal, setelah serangkaian perang baru-baru ini, termasuk konflik Ukraina-Rusia, yang telah menunjukkan kemampuan dahsyat dari senjata yang relatif murah seperti drone.
Kongres AS telah mengalokasikan sekitar USD1 miliar untuk memproduksi 340.000 drone kecil selama dua tahun ke depan.
Presiden Trump telah menunjuk Dan Driscoll, kepala Angkatan Darat AS, sebagai "ahli drone"-nya, yang bertugas memodernisasi teknologi Amerika yang sudah ketinggalan zaman dan melawan upaya drone musuh.
Namun, AS tetap tertinggal dari para pesaingnya, dan para ahli sebelumnya mengatakan kepada The Telegraph bahwa AS tidak dapat bersaing dalam hal biaya dengan negara-negara seperti China, di mana biaya tenaga kerja lebih rendah dan peraturan lebih longgar.
Perubahan kebijakan AS yang menentukan kemungkinan akan membutuhkan investasi yang besar, namun pengeluaran pertahanan berada pada level terendah dalam sekitar 80 tahun, yaitu sekitar 3,4 persen dari PDB.
Para pejabat pertahanan menyadari bahwa AS rentan karena senjata-senjata kompleks ini tidak mungkin diproduksi secara massal, setelah serangkaian perang baru-baru ini, termasuk konflik Ukraina-Rusia, yang telah menunjukkan kemampuan dahsyat dari senjata yang relatif murah seperti drone.
Kongres AS telah mengalokasikan sekitar USD1 miliar untuk memproduksi 340.000 drone kecil selama dua tahun ke depan.
Presiden Trump telah menunjuk Dan Driscoll, kepala Angkatan Darat AS, sebagai "ahli drone"-nya, yang bertugas memodernisasi teknologi Amerika yang sudah ketinggalan zaman dan melawan upaya drone musuh.
Namun, AS tetap tertinggal dari para pesaingnya, dan para ahli sebelumnya mengatakan kepada The Telegraph bahwa AS tidak dapat bersaing dalam hal biaya dengan negara-negara seperti China, di mana biaya tenaga kerja lebih rendah dan peraturan lebih longgar.
Perubahan kebijakan AS yang menentukan kemungkinan akan membutuhkan investasi yang besar, namun pengeluaran pertahanan berada pada level terendah dalam sekitar 80 tahun, yaitu sekitar 3,4 persen dari PDB.
(mas)
Lihat Juga :