Iran Ledek AS karena Menjiplak Drone Shahed lalu Mengerahkannya ke Timur Tengah

Kamis, 11 Desember 2025 - 09:46 WIB
loading...
Iran Ledek AS karena...
Drone LUCAS Amerika Serikat yang dikerahkan ke Timur Tengah. Drone ini dibuat dengan menjiplak drone kamikaze Shahed Iran. Foto/US CENTCOM
A A A
TEHERAN - Juru bicara militer Iran, Abolfazl Shekarchi, meledek Amerika Serikat (AS) karena membuat drone LUCAS dengan menjiplak drone kamikaze Shahed dan kemudian mengerahkan drone tiruan itu ke Timur Tengah.

Menurutnya, tindakan Washington itu menjadi bukti bahwa Amerika Serikat terpaksa mengakui kehebatan militer Teheran.

"Tidak ada kehormatan yang lebih besar daripada melihat negara-negara adidaya yang memproklamirkan diri berlutut di hadapan drone Iran dan menirunya," kata Shekarchi, seperti dikutip dari Iran Interntional.

Baca Juga: AS Reka Ulang Drone Shahed Iran dan Akan Mengerahkannya ke Timur Tengah

Komentar Shekarchi itu merujuk pada pengumuman pekan lalu dari Pentagon bahwa mereka mengerahkan armada baru drone serang satu arah ke Timur Tengah yang dimodelkan berdasarkan Shahed Iran yang berhasil direbut.

Reaksi Teheran menyusul pengumuman dari Komando Pusat (CENTCOM) AS bahwa mereka akan mengerahkan skuadron drone baru ke wilayah tersebut menggunakan platform LUCAS—sistem berbiaya rendah yang dikembangkan setelah perusahaan AS membongkar dan merekayasa balik drone Shahed yang rusak yang diperoleh beberapa tahun sebelumnya.

CENTCOM mengatakan drone tersebut dapat beroperasi secara otonom, diluncurkan dari berbagai platform, dan dimaksudkan untuk meningkatkan pasokan kendaraan udara tak berawak mematikan yang murah yang secara luas dipandang sebagai masa depan peperangan.

Iran menyerahkan desain Shahed kepada Rusia untuk digunakan dalam invasi skala penuhnya ke Ukraina, yang dengan nama Geran-2 telah diproduksi secara massal untuk menimbulkan malapetaka di kota-kota dan medan perang di sana.

Para pejabat pertahanan AS mengatakan kepada CNN dan media lain bahwa pengerahan drone tiruan ini menandai upaya untuk "membalikkan keadaan" setelah bertahun-tahun Iran dan sekutu bersenjatanya menggunakan drone murah untuk menyerang posisi AS, termasuk serangan tahun 2024 di Yordania yang dituduhkan kepada milisi Irak yang menewaskan tiga tentara Amerika.

Dorongan Washington yang terlambat untuk memproduksi drone sekali pakai secara massal terjadi ketika platform berbiaya rendah semakin mendominasi konflik dari Ukraina hingga Laut Merah.

Para pejabat AS belum mengungkapkan jumlah drone LUCAS yang sekarang berada di wilayah tersebut, hanya mengatakan bahwa "banyak" yang sudah dikerahkan dan lebih banyak lagi yang akan datang.

Dengan harga sekitar USD35.000 per unit, drone ini tetap jauh lebih mahal daripada model yang diproduksi di Iran, China, atau Rusia, sehingga menimbulkan pertanyaan di kalangan analis tentang apakah Pentagon dapat meningkatkan produksi dengan cukup cepat atau cukup murah untuk menandingi produksi lawan-lawannya.

Bagai Duri di Tenggorokan


Juru bicara militer Iran tersebut mengatakan ancaman AS dan Israel baru-baru ini terhadap Teheran adalah "khayalan", dan menegaskan bahwa perang singkat pada bulan Juni telah menunjukkan bagaimana ancaman tersebut runtuh "di medan pertempuran yang sebenarnya."

Shekarchi mengatakan pasukan Iran—khususnya Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam—tetap menjadi "duri di tenggorokan sistem hegemonik."

Para analis pertahanan sebelumnya mengatakan desain sederhana Shahed dan biaya unit yang rendah dibandingkan dengan ratusan ribu untuk produk setara Barat telah mendorong upaya global untuk memproduksi sistem tak berawak yang lebih murah.

Pemerintah Barat telah memberlakukan beberapa putaran sanksi terhadap produsen dan jaringan pengadaan drone Iran, menuduh Teheran memasok drone ke Rusia dan kelompok bersenjata regional.

Iran membantah keterlibatan langsung dalam operasi tempur di luar negeri, dengan mengatakan teknologinya berfungsi untuk tujuan pertahanan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved