Menlu AS Perintahkan Para Diplomatnya Kembali Gunakan Times New Roman, Apa Pemicunya?

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:06 WIB
loading...
Menlu AS Perintahkan...
Menlu AS perintahkan para diplomatnya kembnali gunakan Times New Roman. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memerintahkan para diplomat untuk kembali menggunakan font Times New Roman dalam komunikasi resmi. Dia menyebut keputusan pendahulunya Antony Blinken untuk mengadopsi Calibri sebagai langkah keberagaman yang "boros".

Menurut sebuah kawat internal departemen yang dilihat oleh Reuters, Departemen di bawah Blinken pada awal Januari 2023 telah beralih ke Calibri, font sans-serif modern, dengan mengatakan bahwa ini adalah font yang lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas karena tidak memiliki fitur sudut dekoratif dan merupakan font default dalam produk Microsoft.

Sebuah telegram tertanggal 9 Desember yang dikirim ke semua pos diplomatik AS menyatakan bahwa tipografi membentuk profesionalisme dokumen resmi dan Calibri lebih informal dibandingkan dengan jenis huruf serif.

“Untuk mengembalikan kesopanan dan profesionalisme pada produk kerja tertulis Departemen dan menghapus program DEIA yang boros lainnya, Departemen kembali menggunakan Times New Roman sebagai jenis huruf standarnya,” kata telegram tersebut.

“Standar format ini selaras dengan arahan Presiden tentang Satu Suara untuk Hubungan Luar Negeri Amerika, yang menggarisbawahi tanggung jawab Departemen untuk menghadirkan suara yang terpadu dan profesional dalam semua komunikasi,” tambahnya.

Departemen Luar Negeri tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Beberapa studi menunjukkan bahwa font sans-serif, seperti Calibri, lebih mudah dibaca bagi mereka yang memiliki disabilitas visual tertentu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
Corong Iran Tantang...
Corong Iran Tantang AS Luncurkan Invasi Darat, Ungkap Rudal Bawah Tanah Teheran
1 Lagi Tentara AS Tewas...
1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Kebakaran Panti Asuhan...
Kebakaran Panti Asuhan Tewaskan Setidaknya 11 Orang, Termasuk Anak-Anak
Bunuh Tentara AS, Militer...
Bunuh Tentara AS, Militer Iran Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Rekomendasi
Enam Minggu Beroperasi,...
Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
Yusril Sebut KPK Bisa...
Yusril Sebut KPK Bisa Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan...
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan Penuntasan Kasus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved