Siapa Ghassan al-Duhaini? Pemimpin Baru Popular Force yang Jadi Antek Israel di Gaza

Selasa, 09 Desember 2025 - 13:45 WIB
loading...
A A A
Pada hari Jumat, milisi tersebut menerbitkan sebuah video promosi di laman Facebook afiliasinya yang menunjukkan al-Duhaini sedang memeriksa formasi pejuang bersenjata.

Ia mengatakan kepada Channel 12 bahwa rekaman itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kelompok tersebut “tetap beroperasi” meskipun pemimpinnya telah meninggal.

“Ketidakhadirannya menyakitkan, tetapi itu tidak akan menghentikan perang melawan terorisme,” tegasnya.

3. Bekerja untuk Israel

Hamas memasukkan al-Duhaini ke dalam daftar orang yang paling dicari, menuduhnya bekerja sama dengan Israel, menjarah bantuan, dan mengumpulkan intelijen di rute terowongan dan lokasi militer.

Hanya sedikit informasi yang tersedia tentang alasan ia meninggalkan pasukan keamanan.

Al-Duhaini semakin aktif di media sosial, baru-baru ini muncul secara mencolok dalam sebuah video yang menunjukkan milisi tersebut menangkap dan menginterogasi beberapa anggota Hamas dari sebuah terowongan di Rafah.

Kelompok Abu Shabab mengklaim penahanan tersebut dilakukan "sesuai dengan arahan keamanan yang berlaku dan berkoordinasi dengan koalisi internasional".

Ia juga muncul dalam sebuah unggahan media sosial di samping beberapa jenazah, dengan keterangan yang mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang Hamas yang telah "dihilangkan" sebagai bagian dari operasi "kontraterorisme" kelompok tersebut.

Hamas telah dua kali mencoba membunuh al-Duhaini, menewaskan saudaranya dalam satu operasi dan nyaris mengenai al-Duhaini dalam operasi lainnya, ketika sebuah rumah yang dipasangi jebakan di sebelah timur Rafah diledakkan.

Sebuah sumber Hamas mengatakan al-Duhaini selamat dari ledakan itu “dengan keberuntungan belaka", sementara empat anggota unit penyerang tewas dan lainnya terluka.

4. Memimpin 300 Pejuang

Milisi Pasukan Populer pertama kali muncul pada tahun 2024 di bawah kepemimpinan Abu Shabab. Milisi ini diperkirakan memiliki 100 hingga 300 pejuang yang beroperasi hanya beberapa meter dari lokasi militer Israel, bergerak dengan senjata mereka di bawah pengawasan langsung Israel.

Milisi ini terutama bermarkas di Rafah timur, dekat perlintasan Karem Abu Salem, satu-satunya titik masuk yang saat ini diizinkan Israel untuk menerima bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Berita Terkini
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved