Kremlin Senang Trump Berhenti Sebut Rusia sebagai Ancaman Langsung

Senin, 08 Desember 2025 - 09:23 WIB
loading...
Kremlin Senang Trump...
Kremlin sambut baik langkah Presiden AS Donald Trump yang berhenti menyebut Rusia sebagai ancaman langsung dalam dokumen strategi keamanan nasional baru Amerika. Foto/Sputniknews
A A A
MOSKOW - Kremlin pada hari Minggu menyambut baik langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berhenti menyebut Rusia sebagai ancaman langsung dalam strategi keamanan nasional baru Amerika. Sebaliknya, dokumen strategi itu menggambarkan kekuatan-kekuatan Eropa sedang mengalami kemunduran, sebagian besar sesuai dengan persepsi Moskow.

Strategi Keamanan Nasional AS menggambarkan visi Trump sebagai "realisme fleksibel" dan berpendapat bahwa AS harus menghidupkan kembali Doktrin Monroe abad ke-19, yang menyatakan Belahan Bumi Barat sebagai zona pengaruh Washington.

Dokumen strategi yang ditandatangani Trump tersebut juga memperingatkan bahwa Eropa menghadapi "penghapusan peradaban". Selain itu, dokumen itu menegaskan bahwa negosiasi untuk mengakhiri perang di Ukraina merupakan kepentingan inti AS, dan bahwa Washington ingin membangun kembali stabilitas strategis dengan Rusia.

Baca Juga: Rusia Bombardir Ukraina dengan 653 Drone dan 51 Rudal saat AS-Kyiv Sibuk Berunding

"Penyesuaian yang kami lihat dalam banyak hal sesuai dengan visi kami," ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada reporter televisi pemerintah Rusia, Pavel Zarubin, ketika ditanya tentang strategi baru AS tersebut, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (8/12/2025).

Ketika ditanya tentang janji dalam dokumen AS untuk mengakhiri persepsi—dan mencegah realitas—NATO sebagai aliansi yang terus berkembang, Peskov mengatakan hal itu menggembirakan.

Namun Peskov juga memperingatkan bahwa apa yang disebutnya sebagai "deep state [negara di dalam negara]" AS memandang dunia secara berbeda dari Trump, yang telah menggunakan istilah tersebut untuk merujuk pada jaringan pejabat AS yang diduga mengakar yang berusaha melemahkan mereka yang menentang status quo, termasuk Trump sendiri.

Para kritikus Trump mengatakan bahwa "deep state" tidak ada, dan bahwa Trump dan sekutunya sedang memperdagangkan teori konspirasi untuk membenarkan perebutan kekuasaan oleh cabang eksekutif.

Sejak aneksasi Crimea oleh Rusia pada tahun 2014 dan invasinya ke Ukraina pada tahun 2022, strategi AS telah menetapkan Moskow sebagai agresor atau ancaman yang mencoba mengacaukan tatanan pasca-Perang Dingin dengan kekerasan.

Dalam komentarnya kepada kantor berita TASS, Peskov mengatakan bahwa menyerukan kerja sama dengan Moskow dalam isu-isu stabilitas strategis, alih-alih menggambarkan Rusia sebagai ancaman langsung, merupakan langkah positif.

Trump kerap melontarkan komentar positif dan kekaguman terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, yang mendorong para kritikus menuduhnya bersikap lunak terhadap Moskow meskipun kedua pemerintahannya telah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia.

Para pejabat senior dari negara-negara besar Eropa telah berulang kali menyatakan kekhawatiran bahwa AS di bawah Trump dapat mengabaikan Eropa, yang sangat bergantung pada Washington untuk dukungan militer.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Brasil vs Jepang: Mampukah...
Brasil vs Jepang: Mampukah Samurai Biru Hapus Kutukan?
Berita Terkini
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Infografis
Trump Bela Putin, Tepis...
Trump Bela Putin, Tepis Klaim Rusia Tolak Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved