Kronologi Radar Jet Tempur J-15 China Kunci F-15 Jepang di Atas Pasifik

Senin, 08 Desember 2025 - 08:56 WIB
loading...
Kronologi Radar Jet...
Radar jet tempur J-15 China mengunci pesawat tempur F-15 Jepang dalam dua kesempatan di atas Samudra Pasifik. Foto/via EurAsian Times
A A A
TOKYO - Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan jet tempur J-15 China mengarahkan radarnya ke jet tempur F-15 Jepang dan menguncinya di atas Samudra Pasifik di sebelah tenggara Okinawa. Insiden ini terjadi dua kali pada hari Sabtu, yang berujung aksi saling menyalahkan antara kedua negara.

"Penguncian radar ini merupakan tindakan berbahaya yang melampaui ruang lingkup yang diperlukan untuk operasi pesawat yang aman," kata Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi dalam konferensi pers, yang dilansir EurAsian Times, Senin (8/12/2025).

"Terjadinya insiden seperti itu sangat disesalkan. Kami telah mengajukan protes keras kepada pihak China dan menuntut tindakan tegas untuk mencegah terulangnya kejadian serupa," ujarnya.

Baca Juga: Bersitegang, Jet Tempur Jepang dan China Saling Berhadapan di Atas Pasifik

Koizumi mengatakan tidak ada personel yang terluka dan tidak ada pesawat yang rusak dalam insiden tersebut.

Versi Jepang, kronologi insiden ini adalah pertama; jet tempur J-15 China yang diluncurkan dari kapal induk Liaoning melakukan penguncian radar terhadap jet tempur F-15 Jepang antara pukul 16.32 dan 16.35. Kedua, tindakan serupa oleh J-15 antara pukul 18.37 dan 19.08.

Sekadar diketahui, jet tempur menggunakan radarnya untuk pengendalian tembakan guna mengidentifikasi target dan untuk operasi pencarian dan penyelamatan.

Sementara itu, Beijing membantah klaim Tokyo dengan menyatakan bahwa jet tempur Jepang berulang kali mendekati dan mengganggu Angkatan Laut China saat sedang melakukan latihan kapal induk yang sebelumnya telah diumumkan di wilayah tersebut.

“Kami dengan tegas menuntut pihak Jepang segera berhenti melakukan fitnah dan pencemaran nama baik serta secara ketat menahan tindakan garis depannya,” kata juru bicara Angkatan Laut China Kolonel Wang Xuemeng.

Dia memperingatkan, "China akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk secara tegas menjaga keamanan serta hak dan kepentingan sahnya.”

Hubungan antara Jepang dan China telah memburuk selama sebulan terakhir, menyusul pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang mengisyaratkan bahwa Tokyo dapat melakukan intervensi militer jika Beijing menyerang Taiwan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Biro Keamanan Nasional Taiwan Tsai Ming-yen mengatakan bahwa pesawat tempur China telah "mensimulasikan serangan" terhadap kapal asing yang melintasi Selat Taiwan.

Menurutnya, delapan negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Prancis, telah mengirim kapal perang Angkatan Laut melintasi perairan sempit tersebut sepanjang tahun ini.

"China membayangi setiap kapal," kata Tsai kepada para anggota Parlemen.

"China akan mengerahkan aset Angkatan Laut terkait untuk melakukan pemantauan yang diperlukan, dan terkadang juga akan memobilisasi Angkatan Udara untuk melakukan simulasi serangan guna menandakan kehadiran militernya dan klaim dominasinya di Selat Taiwan," imbuh dia.

Kementerian Pertahanan Jepang menambahkan, pada hari Sabtu, sebuah jet tempur J-15 China membayangi sebuah pesawat P-3C Jepang selama kurang lebih 40 menit dan mendekatinya dalam jarak 45 meter.

Pada hari Minggu, sebuah jet tempur J-15 China lainnya membayangi sebuah pesawat P-3C Jepang selama kurang lebih 80 menit dan, dalam insiden terpisah, melintasi sekitar 900 meter tepat di depan jalur penerbangan pesawat Orion tersebut.

Tokyo menilai kedua pertemuan tersebut tidak aman dan tidak profesional.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Trump Kirim Delegasi...
Trump Kirim Delegasi ke Qatar, Iran: Tak Ada Negosiasi Apa pun dengan AS!
Rekomendasi
IHSG Hari Ini Terjun...
IHSG Hari Ini Terjun Bebas 3,05% ke Level 5.643, Transaksi Cetak Rp15 Triliun
Guru Bisa Dapat Bantuan...
Guru Bisa Dapat Bantuan Pendidikan S1/D4, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa FEB UNIS Tangerang dengan Edukasi Investasi Syariah dan Pelindungan Konsumen
Berita Terkini
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved