Kaleidoskop 2025: 6 Kejadian Unik Tahun Ini, Termasuk AI Jadi Menteri untuk Cegah Korupsi
Minggu, 07 Desember 2025 - 13:44 WIB
loading...
A
A
A
Namun, pembayaran tersebut baru ditandai setelah karyawan ketiga menyadari adanya masalah dengan saldo keseluruhan raksasa bank tersebut, 90 menit setelah pembayaran antara dua rekening besar Citigroup yang terpisah dilakukan.
Dua pria bersaudara yang dinikahi Sunita adalah Pradeep Negi dan Kapil Negi. Kedua pria tersebut berasal dari suku Hatti. Ratusan orang menyaksikan pernikahan yang diresmikan di bawah tradisi poliandri yang sudah ketinggalan zaman.
Ketiga pengantin mengatakan mereka mengambil keputusan poliandri ini tanpa tekanan. Lagu dan tarian daerah setempat menambah semarak upacara pernikahan yang dimulai pada 12 Juli 2025 dan berlangsung selama tiga hari di daerah Trans-Giri, Distrik Sirmaur.
Undang-undang Himachal Pradesh mengakui tradisi ini dan menamakannya "Jodidara". Di Desa Badhana, Trans-Giri, lima pernikahan semacam ini telah terjadi dalam enam tahun terakhir. Sunita, yang berasal dari Desa Kunhat, mengatakan bahwa dia menyadari tradisi ini dan membuat keputusannya tanpa tekanan, seraya menambahkan bahwa dia menghormati ikatan yang telah mereka jalin.
Negara Balkan ini berada di peringkat ke-80 dari 180 negara terkorup di dunia, sebagaimana tercantum dalam Indeks Persepsi Korupsi Transparency International tahun lalu.
Chabot AI bernama Diella, yang berarti "matahari" dalam bahasa Albania, akan bertanggung jawab atas seluruh pengadaan publik di Albania ke depannya, kata Perdana Menteri Edi Rama.
Chatbot ini awalnya diluncurkan awal tahun ini di platform e-Albania sebagai asisten virtual AI yang membantu warga negara dalam layanan pemerintah. Avatar-nya muncul sebagai seorang perempuan muda berambut cokelat yang mengenakan pakaian tradisional Albania.
3. Perempuan India Nikahi 2 Pria Sekaligus, Pesta Nikah Poliandri Meriah 3 Hari Berturut-turut
Seorang perempuan India bernama Sunita Chauhan telah menikahi dua pria bersaudara sekaligus. Pesta pernikahan poliandrinya digelar meriah selama tiga hari berturut-turut dan videonya viral di media sosial.Dua pria bersaudara yang dinikahi Sunita adalah Pradeep Negi dan Kapil Negi. Kedua pria tersebut berasal dari suku Hatti. Ratusan orang menyaksikan pernikahan yang diresmikan di bawah tradisi poliandri yang sudah ketinggalan zaman.
Ketiga pengantin mengatakan mereka mengambil keputusan poliandri ini tanpa tekanan. Lagu dan tarian daerah setempat menambah semarak upacara pernikahan yang dimulai pada 12 Juli 2025 dan berlangsung selama tiga hari di daerah Trans-Giri, Distrik Sirmaur.
Undang-undang Himachal Pradesh mengakui tradisi ini dan menamakannya "Jodidara". Di Desa Badhana, Trans-Giri, lima pernikahan semacam ini telah terjadi dalam enam tahun terakhir. Sunita, yang berasal dari Desa Kunhat, mengatakan bahwa dia menyadari tradisi ini dan membuat keputusannya tanpa tekanan, seraya menambahkan bahwa dia menghormati ikatan yang telah mereka jalin.
4. Albania Tunjuk AI sebagai Menteri karena Muak dengan Pejabat Korupsi
Albania pada September 2025 menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan chatbot artificial intelligence (AI) sebagai menteri virtual. Pemerintah di negara tersebut sudah muak dengan pejabat yang korupsi sehingga mengandalkan pejabat digital yang tidak bisa disuap.Negara Balkan ini berada di peringkat ke-80 dari 180 negara terkorup di dunia, sebagaimana tercantum dalam Indeks Persepsi Korupsi Transparency International tahun lalu.
Chabot AI bernama Diella, yang berarti "matahari" dalam bahasa Albania, akan bertanggung jawab atas seluruh pengadaan publik di Albania ke depannya, kata Perdana Menteri Edi Rama.
Chatbot ini awalnya diluncurkan awal tahun ini di platform e-Albania sebagai asisten virtual AI yang membantu warga negara dalam layanan pemerintah. Avatar-nya muncul sebagai seorang perempuan muda berambut cokelat yang mengenakan pakaian tradisional Albania.
5. Miliarder Jepang Penghasilannya Rp3,3 Miliar Per Tahun, tapi Tak Gengsi Jadi Tukang Sapu
Koichi Matsubara (56), seorang pria asal Jepang, adalah miliarder dengan penghasilan 30 juta yen (lebih dari Rp3,3 miliar) per tahun. Namun dia tidak gengsi atau malu dengan pekerjaan hariannya, tukang sapu atau petugas pembersih lantai.Lihat Juga :