Kaleidoskop 2025: 6 Kejadian Unik Tahun Ini, Termasuk AI Jadi Menteri untuk Cegah Korupsi
Minggu, 07 Desember 2025 - 13:44 WIB
loading...
A
A
A
Matsubara, yang jadi pemberitaan media-media internasional pada Oktober 2025, kaya raya dari hasil penyewaan dan investasi properti.
Penduduk Tokyo ini menghasilkan sekitar 30 juta yen per tahun dari tujuh apartemen sewaan dan investasi saham serta reksa dana. Alih-alih pamer hidup mewah, dia justru menghabiskan sebagian waktunya dalam seminggu untuk menyapu koridor, membersihkan area umum, dan melakukan pekerjaan pemeliharaan kecil di sebuah gedung hunian.
Matsubara bekerja tiga hari seminggu, empat jam per shift, dengan penghasilan sekitar 100.000 yen per bulan. Jumlah tersebut jauh di bawah gaji bulanan rata-rata di Tokyo, yang mencapai 350.000 yen. Meskipun kaya, dia lebih menyukai rutinitas sederhana sebagai petugas kebersihan, karena pekerjaan tersebut memberinya struktur dan tujuan hidup.
Sebuah mesin cuci manusia generasi terbaru yang menarik perhatian di World Expo di Osaka sekarang telah memasuki pasar di Jepang. Dikembangkan oleh perusahaan teknologi Jepang, Science, perangkat berbentuk kapsul ini memungkinkan pengguna berbaring di dalamnya, menutupnya, dan menikmati pembersihan seluruh tubuh—tanpa berputar—diiringi musik yang menenangkan.
Dijuluki sebagai "pencuci manusia masa depan", perangkat ini menarik banyak pengunjung selama pameran yang berlangsung selama enam bulan, yang berakhir pada bulan Oktober setelah menarik lebih dari 27 juta pengunjung.
Konsep ini merupakan kebangkitan modern dari penemuan serupa yang ditampilkan di Osaka Expo tahun 1970, yang meninggalkan kesan mendalam bagi presiden Science saat itu, yang melihatnya saat masih kecil.
Menurut juru bicara perusahaan, Sachiko Maekura, mesin baru ini tidak hanya membersihkan tubuh tetapi juga "mencuci jiwa", menggunakan sensor untuk memantau detak jantung dan tanda-tanda vital pengguna selama proses berlangsung.
Karena kebaruannya, perusahaan berencana untuk memproduksi hanya sekitar 50 unit. Laporan media lokal memperkirakan harganya sekitar 60 juta yen (lebih dari Rp6,3 miliar).
Penduduk Tokyo ini menghasilkan sekitar 30 juta yen per tahun dari tujuh apartemen sewaan dan investasi saham serta reksa dana. Alih-alih pamer hidup mewah, dia justru menghabiskan sebagian waktunya dalam seminggu untuk menyapu koridor, membersihkan area umum, dan melakukan pekerjaan pemeliharaan kecil di sebuah gedung hunian.
Matsubara bekerja tiga hari seminggu, empat jam per shift, dengan penghasilan sekitar 100.000 yen per bulan. Jumlah tersebut jauh di bawah gaji bulanan rata-rata di Tokyo, yang mencapai 350.000 yen. Meskipun kaya, dia lebih menyukai rutinitas sederhana sebagai petugas kebersihan, karena pekerjaan tersebut memberinya struktur dan tujuan hidup.
6. Jepang Mulai Jual Mesin Cuci Manusia Rp6,3 Miliar, Seperti Ini Wujudnya
Mesin cuci pada umumnya dirancang untuk mencuci baju. Namun, Jepang sudah membuat dan mulai menjual mesin cuci untuk membersihkan tubuh manusia.Sebuah mesin cuci manusia generasi terbaru yang menarik perhatian di World Expo di Osaka sekarang telah memasuki pasar di Jepang. Dikembangkan oleh perusahaan teknologi Jepang, Science, perangkat berbentuk kapsul ini memungkinkan pengguna berbaring di dalamnya, menutupnya, dan menikmati pembersihan seluruh tubuh—tanpa berputar—diiringi musik yang menenangkan.
Dijuluki sebagai "pencuci manusia masa depan", perangkat ini menarik banyak pengunjung selama pameran yang berlangsung selama enam bulan, yang berakhir pada bulan Oktober setelah menarik lebih dari 27 juta pengunjung.
Konsep ini merupakan kebangkitan modern dari penemuan serupa yang ditampilkan di Osaka Expo tahun 1970, yang meninggalkan kesan mendalam bagi presiden Science saat itu, yang melihatnya saat masih kecil.
Menurut juru bicara perusahaan, Sachiko Maekura, mesin baru ini tidak hanya membersihkan tubuh tetapi juga "mencuci jiwa", menggunakan sensor untuk memantau detak jantung dan tanda-tanda vital pengguna selama proses berlangsung.
Karena kebaruannya, perusahaan berencana untuk memproduksi hanya sekitar 50 unit. Laporan media lokal memperkirakan harganya sekitar 60 juta yen (lebih dari Rp6,3 miliar).
(mas)
Lihat Juga :