Pasukan Afghanistan dan Pakistan Saling Tembak di Sepanjang Perbatasan
Sabtu, 06 Desember 2025 - 10:06 WIB
loading...
Pemandangan Gerbang Perbatasan Ghulam Khan yang terletak di perbatasan Pakistan-Afghanistan di Waziristan Utara, Pakistan. Foto/anadolu
A
A
A
KABUL - Pasukan Afghanistan dan Pakistan saling tembak-menembak di sepanjang perbatasan mereka di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara tetangga di Asia Selatan tersebut. Baku tembak itu terjadi setelah perundingan damai di Arab Saudi gagal menghasilkan terobosan.
Para pejabat dari kedua belah pihak mengatakan bentrokan terjadi pada Jumat malam (5/12/2025), dengan kedua negara saling menuduh satu sama lain sebagai pihak yang melepaskan tembakan terlebih dahulu.
Dalam unggahan di X, juru bicara pemerintah Taliban Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengatakan pasukan Pakistan telah "melancarkan serangan ke arah" distrik Spin Boldak di provinsi Kandahar, yang mendorong pasukan Afghanistan untuk merespons.
Seorang juru bicara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan pasukan Afghanistan-lah yang melakukan "penembakan tak beralasan" di sepanjang perbatasan Chaman.
"Pakistan tetap waspada sepenuhnya dan berkomitmen memastikan integritas teritorialnya dan keselamatan warga negara kami," ungkap juru bicara Mosharraf Zaidi dalam sebuah pernyataan.
Warga di sisi perbatasan Afghanistan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa baku tembak terjadi sekitar pukul 22.30 waktu setempat (18.00 GMT) dan berlangsung sekitar dua jam.
Ali Mohammad Haqmal, kepala departemen informasi Kandahar, mengatakan kepada AFP bahwa pasukan Pakistan menyerang dengan "artileri ringan dan berat" dan tembakan mortir telah mengenai rumah-rumah warga sipil.
"Bentrokan telah berakhir, kedua belah pihak sepakat untuk berhenti," papar dia.
Tidak ada laporan langsung mengenai korban dari kedua belah pihak.
Hubungan antara Afghanistan dan Pakistan telah memburuk sejak Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021, terutama karena tuduhan Islamabad bahwa Kabul menyediakan perlindungan bagi beberapa kelompok bersenjata, termasuk Taliban Pakistan (TTP).
TTP telah melancarkan kampanye berkelanjutan melawan negara Pakistan sejak 2007 dan sering digambarkan sebagai saudara kembar ideologis Taliban Afghanistan.
Terbaru, pada hari Rabu, satu bom pinggir jalan di Pakistan dekat perbatasan Afghanistan yang diklaim oleh TTP menewaskan tiga petugas polisi Pakistan.
Pakistan juga menuduh Afghanistan melindungi Tentara Pembebasan Balochistan dan afiliasi ISIL/ISIS lokal yang dikenal sebagai ISKP – meskipun ISKP adalah musuh bebuyutan Taliban Afghanistan.
Taliban Afghanistan membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan mereka tidak dapat bertanggung jawab atas keamanan di Pakistan, dan menuduh Islamabad sengaja menyebarkan informasi yang salah dan memprovokasi ketegangan di perbatasan.
Pertempuran mematikan selama sepekan di perbatasan bersama mereka meletus pada bulan Oktober, dipicu setelah Islamabad menuntut agar Kabul mengendalikan para pejuang yang meningkatkan serangan di Pakistan.
Sekitar 70 orang tewas di kedua sisi perbatasan dan ratusan lainnya terluka sebelum pejabat Afghanistan dan Pakistan menandatangani perjanjian gencatan senjata di ibu kota Qatar, Doha, pada 19 Oktober.
Namun, perjanjian tersebut telah diikuti serangkaian perundingan yang gagal yang diselenggarakan Qatar, Turki, dan Arab Saudi yang bertujuan memperkuat gencatan senjata jangka panjang.
Putaran perundingan terakhir, yang diadakan di Arab Saudi akhir pekan lalu, gagal menghasilkan terobosan, meskipun kedua belah pihak sepakat melanjutkan gencatan senjata mereka yang rapuh.
Meskipun ada gencatan senjata, Kabul menuduh tetangganya telah berulang kali melancarkan serangan udara di provinsi-provinsi timur Afghanistan selama beberapa pekan terakhir.
Satu serangan yang dilaporkan dilakukan militer Pakistan terhadap satu rumah di Provinsi Khost, Afghanistan tenggara, pada akhir November dilaporkan menewaskan sembilan anak dan seorang perempuan. Pakistan membantah telah melakukan serangan semacam itu.
Baca juga: Iran Gelar Latihan Angkatan Laut Skala Besar di Jalur Perairan Utama
Para pejabat dari kedua belah pihak mengatakan bentrokan terjadi pada Jumat malam (5/12/2025), dengan kedua negara saling menuduh satu sama lain sebagai pihak yang melepaskan tembakan terlebih dahulu.
Dalam unggahan di X, juru bicara pemerintah Taliban Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengatakan pasukan Pakistan telah "melancarkan serangan ke arah" distrik Spin Boldak di provinsi Kandahar, yang mendorong pasukan Afghanistan untuk merespons.
Seorang juru bicara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan pasukan Afghanistan-lah yang melakukan "penembakan tak beralasan" di sepanjang perbatasan Chaman.
"Pakistan tetap waspada sepenuhnya dan berkomitmen memastikan integritas teritorialnya dan keselamatan warga negara kami," ungkap juru bicara Mosharraf Zaidi dalam sebuah pernyataan.
Warga di sisi perbatasan Afghanistan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa baku tembak terjadi sekitar pukul 22.30 waktu setempat (18.00 GMT) dan berlangsung sekitar dua jam.
Ali Mohammad Haqmal, kepala departemen informasi Kandahar, mengatakan kepada AFP bahwa pasukan Pakistan menyerang dengan "artileri ringan dan berat" dan tembakan mortir telah mengenai rumah-rumah warga sipil.
"Bentrokan telah berakhir, kedua belah pihak sepakat untuk berhenti," papar dia.
Tidak ada laporan langsung mengenai korban dari kedua belah pihak.
Hubungan yang Tegang
Hubungan antara Afghanistan dan Pakistan telah memburuk sejak Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021, terutama karena tuduhan Islamabad bahwa Kabul menyediakan perlindungan bagi beberapa kelompok bersenjata, termasuk Taliban Pakistan (TTP).
TTP telah melancarkan kampanye berkelanjutan melawan negara Pakistan sejak 2007 dan sering digambarkan sebagai saudara kembar ideologis Taliban Afghanistan.
Terbaru, pada hari Rabu, satu bom pinggir jalan di Pakistan dekat perbatasan Afghanistan yang diklaim oleh TTP menewaskan tiga petugas polisi Pakistan.
Pakistan juga menuduh Afghanistan melindungi Tentara Pembebasan Balochistan dan afiliasi ISIL/ISIS lokal yang dikenal sebagai ISKP – meskipun ISKP adalah musuh bebuyutan Taliban Afghanistan.
Taliban Afghanistan membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan mereka tidak dapat bertanggung jawab atas keamanan di Pakistan, dan menuduh Islamabad sengaja menyebarkan informasi yang salah dan memprovokasi ketegangan di perbatasan.
Pertempuran mematikan selama sepekan di perbatasan bersama mereka meletus pada bulan Oktober, dipicu setelah Islamabad menuntut agar Kabul mengendalikan para pejuang yang meningkatkan serangan di Pakistan.
Sekitar 70 orang tewas di kedua sisi perbatasan dan ratusan lainnya terluka sebelum pejabat Afghanistan dan Pakistan menandatangani perjanjian gencatan senjata di ibu kota Qatar, Doha, pada 19 Oktober.
Namun, perjanjian tersebut telah diikuti serangkaian perundingan yang gagal yang diselenggarakan Qatar, Turki, dan Arab Saudi yang bertujuan memperkuat gencatan senjata jangka panjang.
Putaran perundingan terakhir, yang diadakan di Arab Saudi akhir pekan lalu, gagal menghasilkan terobosan, meskipun kedua belah pihak sepakat melanjutkan gencatan senjata mereka yang rapuh.
Meskipun ada gencatan senjata, Kabul menuduh tetangganya telah berulang kali melancarkan serangan udara di provinsi-provinsi timur Afghanistan selama beberapa pekan terakhir.
Satu serangan yang dilaporkan dilakukan militer Pakistan terhadap satu rumah di Provinsi Khost, Afghanistan tenggara, pada akhir November dilaporkan menewaskan sembilan anak dan seorang perempuan. Pakistan membantah telah melakukan serangan semacam itu.
Baca juga: Iran Gelar Latihan Angkatan Laut Skala Besar di Jalur Perairan Utama
(sya)
Lihat Juga :