Israel Gunakan Video dari Genosida Gaza untuk Pasarkan Senjata ke Negara-negara Eropa dan Asia

Sabtu, 06 Desember 2025 - 06:49 WIB
loading...
Israel Gunakan Video...
Israel menggelar Pekan Teknologi Pertahanan yang menjual berbagai jenis senjata. Foto/X
A A A
TEL AVIV - Perusahaan-perusahaan pertahanan Israel menawarkan sistem persenjataan ke puluhan negara Eropa dan Asia dengan menyoroti peran mereka dalam serangan Israel terhadap warga Palestina di Gaza.

Pekan Teknologi Pertahanan Israel berlangsung pada hari Senin dan Selasa. Acara ini disponsori sebagian oleh Kementerian Pertahanan negara itu bersama dengan Universitas Tel Aviv.

Menurut The Wall Street Journal, setidaknya satu video ditayangkan di acara tersebut, memperlihatkan dua pesawat nirawak Israel terbang ke satu gedung di Gaza sebelum kepulan asap muncul.

Perang Israel di Gaza dimulai setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan yang menewaskan sekitar 1.200 orang.

Israel melancarkan respons brutal yang telah menewaskan lebih dari 70.100 warga Palestina, dalam apa yang oleh banyak pakar hak asasi manusia, pemimpin dunia, sejarawan, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa disebut sebagai genosida.

Orang-orang terus meninggal setiap hari karena pelanggaran gencatan senjata Israel.

Namun, acara pertahanan Israel menarik lebih dari 2.000 peserta, termasuk dari luar negeri.

Perwakilan dari negara-negara Asia, termasuk Uzbekistan, Singapura, dan India, hadir, menurut WSJ, tetapi juga beberapa negara Eropa yang telah mencoba menunjukkan mereka menjauhkan diri dari Israel.

Partisipasi mereka dalam acara Israel menunjukkan betapa dangkalnya kecaman tersebut.

Misalnya, pejabat Israel dilarang oleh pemerintah Inggris untuk menghadiri pameran senjata terkemuka negara itu di London.

Pemerintah mengatakan dalam pernyataan bahwa pejabat Israel tidak akan diizinkan untuk hadir karena serangan negara itu yang terus berlanjut di Gaza.

Namun, puluhan perusahaan senjata Israel yang memiliki hubungan dengan pemerintah masih diizinkan untuk berpartisipasi.

Pekan ini, pejabat kedutaan Inggris mengunjungi acara tersebut, mengamati sistem persenjataan dan teknologi militer Israel yang dipasarkan, sebagian, berdasarkan peran mereka dalam serangan Israel di Gaza dan Lebanon.

Kedutaan Besar Inggris di Israel mengonfirmasi kepada WSJ bahwa para pejabatnya menghadiri acara tersebut.

Contoh lain adalah Norwegia, yang para pejabatnya menghadiri pameran senjata tersebut.

Pada bulan Agustus, dana kekayaan negara Norwegia, yang terbesar di dunia, menyatakan telah melakukan divestasi dari produsen peralatan konstruksi Amerika Caterpillar Inc, dan lima bank Israel terkait pelanggaran hak asasi manusia di Gaza.

Dewan eksekutif dana senilai USD1,9 triliun tersebut menyatakan telah memutuskan melakukan divestasi dari keenam entitas tersebut menyusul saran dari dewan etiknya, yang menyatakan keenam entitas tersebut "berkontribusi terhadap pelanggaran serius hak-hak individu dalam situasi perang dan konflik".

Namun, para pejabat Norwegia juga menghadiri acara tersebut, menurut WSJ. Dana kekayaan negara tersebut dimiliki pemerintah tetapi dikelola secara independen dari keputusan politik.

Baca juga: Ganjal Mamdani, Wali Kota New York City Eric Adams Teken Perintah Larangan Boikot Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Kecam Netanyahu, Mantan...
Kecam Netanyahu, Mantan Kepala Staf IDF: Dia Bikin Israel Kehilangan Arah!
Rekomendasi
Siap Hadapi Sidang Perdana...
Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didampingi 25 Advokat
5 Akhlak Dasar Muslim...
5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Berita Terkini
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved