Hizbullah dan Houthi Keliru Dimasukkan Daftar Pembekuan Aset, PM Irak Perintahkan Penyelidikan

Jum'at, 05 Desember 2025 - 20:45 WIB
loading...
Hizbullah dan Houthi...
Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani. Foto/anadolu
A A A
BAGHDAD - Perdana Menteri Irak Mohammed Shia' al-Sudani memerintahkan penyelidikan segera atas apa yang ia sebut sebagai "kesalahan" yang menyebabkan Hizbullah Lebanon dan Ansarullah Yaman (Houthi) dimasukkan ke dalam daftar organisasi pemerintah Irak yang asetnya akan dibekukan karena dugaan hubungan dengan terorisme.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Kamis (4/12/2025), kantor Sudani mengatakan ia telah memerintahkan agar "penyelidikan segera dilakukan, tanggung jawab diidentifikasi, dan mereka yang lalai dimintai pertanggungjawaban atas kesalahan yang dibuat dalam keputusan Komite Pembekuan Aset Teroris ... yang mencakup teks-teks yang menyampaikan posisi yang tidak akurat."

Pernyataan tersebut menekankan, “Persetujuan Irak atas langkah-langkah pembekuan aset terbatas pada pencantuman entitas dan individu yang terkait dengan organisasi teroris ISIS dan al-Qaeda."

Sebelumnya pada hari yang sama, media Irak dan regional melaporkan Komite telah memerintahkan pembekuan "semua sumber daya bergerak, tidak bergerak, dan ekonomi" milik Hizbullah dan Ansarullah, dengan tuduhan keterlibatan mereka dalam "serangan teroris".

Namun, sesaat sebelum arahan Sudani, Komite mengeluarkan klarifikasi yang menyatakan Keputusan No. 61 Tahun 2025 — yang diterbitkan dalam Lembaran Negara Irak pada 17 November — berkaitan dengan pembekuan aset entitas dan individu yang terkait dengan kelompok teroris.

Secara implisit merujuk pada Hizbullah dan Ansarullah, Komite menjelaskan kemunculan nama-nama tertentu merupakan akibat dari daftar yang "diterbitkan sebelum direvisi", dan menegaskan Lembaran Negara akan diamandemen untuk menghapus organisasi-organisasi tersebut.

Baca juga: Ganjal Mamdani, Wali Kota New York City Eric Adams Teken Perintah Larangan Boikot Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Houthi Sepakat Melakukan Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved