Mengenal Li Meng Yan, Ilmuwan Janjikan Bukti Covid-19 Buatan Lab Partai Komunis China

Rabu, 16 September 2020 - 00:02 WIB
loading...
A A A
Merasa bahwa dia dan rekan-rekannya memiliki kewajiban untuk memberitahu dunia tentang penelitian mereka mengingat bahwa status laboratorium mereka sebagai laboratorium rujukan WHO, Li memilih melarikan diri ke Amerika Serikat pada 28 April dengan apa yang dia katakan adalah niatnya untuk menyampaikan pesan kebenaran tentang Covid-19.

Menurutnya, jika dia mencoba menceritakan kisahnya di China, maka dia akan dihilangkan dan dibunuh. Wawancara dan tuduhan Li kemudian dikutip oleh banyak media internasional.

Pada Juli 2020, siaran pers dari Hong Kong University (HKU) membantah klaim Li. "HKU mencatat bahwa isi laporan berita tersebut tidak sesuai dengan fakta-fakta utama yang kami pahami. Secara khusus, Dr Yan tidak pernah melakukan penelitian apa pun tentang penularan dari manusia ke manusia dari virus corona baru di HKU selama Desember 2019 dan Januari 2020, pernyataan utamanya dari wawancara tersebut. Kami mengamati lebih lanjut bahwa apa yang mungkin dia tekankan dalam wawancara yang dilaporkan tidak memiliki dasar ilmiah tetapi menyerupai desas-desus," bunyi pihak kampus.

Siaran pers HKU tidak menyebutkan kapan dan mengapa Yan meninggalkan HKU. Menurut laporan South China Morning Post, direktur Hong Kong's School of Public Health HKU, Keiji Fukuda, mengatakan dalam sebuah memo internal kepada staf bahwa tidak ada peneliti yang disebutkan oleh Yan terlibat dalam menutup-nutupi atau penelitian rahasia.

Pada Jumat (11/9/2020), Li Meng Yan diwawancarai di acara talk show televisi Inggris "Loose Woman" dari lokasi yang dirahasiakan dan mengatakan dia berjanji untuk merilis bukti ilmiah bahwa SARS-CoV-2 dibuat di laboratorium Wuhan. "Itu berasal dari laboratorium di Wuhan." (Baca: Xi Jinping: China Lulus Ujian Virus Corona yang Luar Biasa dan Bersejarah )

"Urutan genom seperti sidik jari manusia," ujarnya. “Berdasarkan ini Anda dapat mengidentifikasi hal-hal tersebut."

“Saya akan (menggunakan) bukti ini untuk memberi tahu orang-orang mengapa (virus) ini datang dari laboratorium di China, mengapa mereka yang membuatnya," papar Li.

“Siapa pun, meskipun Anda tidak memiliki pengetahuan biologi, akan dapat membacanya, dan memeriksa serta mengidentifikasi dan memverifikasinya sendiri," lanjut Li.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Iran Murka Inggris Beri...
Iran Murka Inggris Beri Izin AS Gunakan Pangkalan Militer Serang Wilayahnya: Tanggung Akibatnya!
Rekomendasi
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Ilmuwan Klaim Temukan...
Ilmuwan Klaim Temukan Bukti Peradaban Kuno di Planet Mars
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved