Mengenal Li Meng Yan, Ilmuwan Janjikan Bukti Covid-19 Buatan Lab Partai Komunis China
Rabu, 16 September 2020 - 00:02 WIB
loading...
A
A
A
Pada Agustus, diablakblakan dalam wawancara langsung dengan Taiwan News Agency Lude Press bahwa virus itu dibuat manusia. "Pada waktu itu, saya dengan jelas menilai bahwa virus itu berasal dari laboratorium militer Partai Komunis China," katanya bulan lalu.
"Pasar basah Wuhan hanya digunakan sebagai umpan atau kedok," katanya lagi. Menurut Yan, virus ini bukan dari alam. Namun, Direktur Wuhan Institute of Virology telah menyangkal bahwa virus tersebut secara tidak sengaja menyebar dari fasilitas di Wuhan.
Kemudian pada bulan September, Li menerbitkan sebuah makalah penelitian berjudul "Unusual Features of the SARS-CoV-2 Genome Suggesting Sophisticated Laboratory Modification Rather Than Natural Evolution and Delineation of Its Probable Synthetic Route". Dalam abstraksi makalahnya dinyatakan bahwa SARS-CoV-2 menunjukkan karakteristik biologis yang tidak konsisten dengan virus zoonosis yang terjadi secara alami.
Dia ikut menulis makalah berjudul "Pathogenesis and transmission of SARS-CoV-2 in golden hamsters" yang diterbitkan di jurnal Nature pada Mei 2020. Makalah itu membahas penularan virus pada hamster. Makalah tersebut ditulis bersama oleh mantan rekannya di HKU.
Dia juga ikut menulis makalah berjudul "Viral dynamics in mild and severe cases of COVID-19" yang diterbitkan pada Maret 2020. Makalah ini membahas pola pelepasan virus yang diamati pada pasien dengan Covid-19 ringan dan berat. Makalah ini juga ditulis bersama oleh tiga mantan rekannya di HKU.
Pemerintah China tidak pernah menggubris klaim Dr Li Meng Yan . Beijing berprinsip pada penilaian WHO dan menolak disalahkan sebagai sumber munculnya Covid-19.
"Pasar basah Wuhan hanya digunakan sebagai umpan atau kedok," katanya lagi. Menurut Yan, virus ini bukan dari alam. Namun, Direktur Wuhan Institute of Virology telah menyangkal bahwa virus tersebut secara tidak sengaja menyebar dari fasilitas di Wuhan.
Kemudian pada bulan September, Li menerbitkan sebuah makalah penelitian berjudul "Unusual Features of the SARS-CoV-2 Genome Suggesting Sophisticated Laboratory Modification Rather Than Natural Evolution and Delineation of Its Probable Synthetic Route". Dalam abstraksi makalahnya dinyatakan bahwa SARS-CoV-2 menunjukkan karakteristik biologis yang tidak konsisten dengan virus zoonosis yang terjadi secara alami.
Dia ikut menulis makalah berjudul "Pathogenesis and transmission of SARS-CoV-2 in golden hamsters" yang diterbitkan di jurnal Nature pada Mei 2020. Makalah itu membahas penularan virus pada hamster. Makalah tersebut ditulis bersama oleh mantan rekannya di HKU.
Dia juga ikut menulis makalah berjudul "Viral dynamics in mild and severe cases of COVID-19" yang diterbitkan pada Maret 2020. Makalah ini membahas pola pelepasan virus yang diamati pada pasien dengan Covid-19 ringan dan berat. Makalah ini juga ditulis bersama oleh tiga mantan rekannya di HKU.
Pemerintah China tidak pernah menggubris klaim Dr Li Meng Yan . Beijing berprinsip pada penilaian WHO dan menolak disalahkan sebagai sumber munculnya Covid-19.
(min)
Lihat Juga :