Pencarian Pesawat Malaysia Airlines Penerbangan 370 Kembali Dilanjutkan pada 30 Desember
Rabu, 03 Desember 2025 - 13:31 WIB
loading...
Pesawat Malaysia Airlines Penerbangan 370 yang hilang dalam foto pada 2011. Foto/wikipedia
A
A
A
KUALA LUMPUR - Kementerian Perhubungan Malaysia mengatakan pada hari Rabu (3/12/2025) bahwa pencarian laut dalam untuk Malaysia Airlines Penerbangan 370 akan dilanjutkan pada 30 Desember. Langkah ini memperbarui harapan untuk akhirnya menemukan jet yang menghilang tanpa jejak lebih dari satu dekade lalu.
Pesawat Boeing 777 menghilang dari radar tak lama setelah lepas landas pada 8 Maret 2014, membawa 239 orang, sebagian besar warga negara China, dalam penerbangan dari ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, ke Beijing.
Data satelit menunjukkan pesawat berbelok dari jalur penerbangannya dan menuju ke selatan menuju Samudra Hindia selatan, tempat pesawat tersebut diyakini jatuh.
Kementerian Perhubungan mengatakan perusahaan robotika kelautan yang berbasis di AS, Ocean Infinity, akan melakukan pencarian secara berkala mulai 30 Desember selama total 55 hari, di area-area target yang diyakini memiliki kemungkinan tertinggi untuk menemukan pesawat yang hilang.
"Perkembangan terbaru ini menggarisbawahi komitmen pemerintah Malaysia dalam memberikan penyelesaian bagi keluarga yang terdampak tragedi ini," papar kementerian itu.
Pemerintah Malaysia memberikan lampu hijau pada bulan Maret untuk kontrak "tanpa temuan, tanpa biaya" dengan Ocean Infinity untuk melanjutkan operasi pencarian dasar laut di lokasi baru seluas 15.000 kilometer persegi (5.800 mil persegi) di lautan.
Ocean Infinity akan dibayar USD70 juta hanya jika puing-puing ditemukan. Pencarian dihentikan pada bulan April karena cuaca buruk.
Pencarian multinasional yang mahal gagal menemukan petunjuk lokasinya, meskipun puing-puing terdampar di pantai Afrika timur dan kepulauan Samudra Hindia.
Pencarian pribadi pada tahun 2018 oleh Ocean Infinity juga tidak menemukan apa pun.
Baca juga: Hamas Serahkan Jenazah Salah Satu dari 2 Tawanan Israel Terakhir di Gaza
Pesawat Boeing 777 menghilang dari radar tak lama setelah lepas landas pada 8 Maret 2014, membawa 239 orang, sebagian besar warga negara China, dalam penerbangan dari ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, ke Beijing.
Data satelit menunjukkan pesawat berbelok dari jalur penerbangannya dan menuju ke selatan menuju Samudra Hindia selatan, tempat pesawat tersebut diyakini jatuh.
Kementerian Perhubungan mengatakan perusahaan robotika kelautan yang berbasis di AS, Ocean Infinity, akan melakukan pencarian secara berkala mulai 30 Desember selama total 55 hari, di area-area target yang diyakini memiliki kemungkinan tertinggi untuk menemukan pesawat yang hilang.
"Perkembangan terbaru ini menggarisbawahi komitmen pemerintah Malaysia dalam memberikan penyelesaian bagi keluarga yang terdampak tragedi ini," papar kementerian itu.
Pemerintah Malaysia memberikan lampu hijau pada bulan Maret untuk kontrak "tanpa temuan, tanpa biaya" dengan Ocean Infinity untuk melanjutkan operasi pencarian dasar laut di lokasi baru seluas 15.000 kilometer persegi (5.800 mil persegi) di lautan.
Ocean Infinity akan dibayar USD70 juta hanya jika puing-puing ditemukan. Pencarian dihentikan pada bulan April karena cuaca buruk.
Pencarian multinasional yang mahal gagal menemukan petunjuk lokasinya, meskipun puing-puing terdampar di pantai Afrika timur dan kepulauan Samudra Hindia.
Pencarian pribadi pada tahun 2018 oleh Ocean Infinity juga tidak menemukan apa pun.
Baca juga: Hamas Serahkan Jenazah Salah Satu dari 2 Tawanan Israel Terakhir di Gaza
(sya)
Lihat Juga :