Adolf Hitler Ganti Nama setelah Terpilih Lagi untuk Kelima Kali
Rabu, 03 Desember 2025 - 06:17 WIB
loading...
Adolf Hitler Uunona menang pemilu untuk kelima kali. Foto/namibian.com.na
A
A
A
WINDHOEK - Seorang politisi daerah Namibia yang telah lama menjabat dan telah bertahun-tahun menjawab pertanyaan tentang kesamaan nama dengan pemimpin Nazi Adolf Hitler, mengatakan ia akan mengganti nama tengahnya yang kontroversial setelah memenangkan pemilihan ulang untuk masa jabatan kelima.
Adolf Hitler Uunona, 59, telah mempertahankan kursinya sebagai anggota dewan daerah untuk Ompundja di wilayah Oshana utara, tempat ia menjabat sejak 2004 sebagai bagian dari partai Swapo yang berkuasa.
Terlepas dari dampak namanya yang mengejutkan secara global, warga telah berulang kali mendukungnya di tempat pemungutan suara, dengan menyebutkan rekam jejaknya sebagai aktivis anti-apartheid dan pemimpin lokal yang proaktif.
Uunona kini secara resmi menjauhkan diri dari diktator yang namanya telah mengikutinya selama beberapa dekade.
Ia mengatakan kepada media lokal bahwa ia telah menghapus "Hitler" dari dokumen resminya dan ingin dikenal publik hanya sebagai Adolf Uunona.
Ia mengatakan nama tersebut telah menyebabkan kebingungan dan asosiasi yang tidak diinginkan, dengan beberapa orang berasumsi ia memiliki pandangan yang sama dengan pemimpin Nazi tersebut.
Uunona menekankan politiknya berakar pada perjuangan pembebasan Namibia dan pembangunan lokal, bukan kebencian atau penaklukan.
Uunona menjelaskan ayahnya memilih nama itu tanpa memahami makna globalnya atau kejahatan yang menyertainya.
Semasa kecil, ia menganggapnya hanya sebagai nama biasa, dan baru menyadari seiring bertambahnya usia bahwa nama itu milik orang yang menjerumuskan Eropa ke dalam perang dan mendalangi Holocaust.
Ia mengatakan kesadaran ini mendorongnya berulang kali mengklarifikasi bahwa ia menolak segala kaitan dengan ideologi Nazi dan pekerjaannya sebagai anggota dewan difokuskan pada pelayanan masyarakat di pedesaan Namibia utara.
Istri dan rekan-rekan dekatnya telah lama memanggilnya "Adolf", panggilan yang kini ingin ia terapkan di mana-mana.
Nama anggota dewan yang tidak biasa ini mengingatkan pada sejarah rumit Namibia dengan Jerman.
Negara itu diperintah sebagai Afrika Barat Daya Jerman dari tahun 1884 hingga 1915, dan nama depan serta nama belakang Jermanik masih relatif umum, terutama di wilayah-wilayah tertentu.
Para sejarawan juga telah mendokumentasikan kekejaman yang dilakukan pasukan kolonial Jerman terhadap masyarakat Herero, Nama, dan San pada awal tahun 1900-an, babak yang oleh sebagian orang digambarkan sebagai "genosida yang terlupakan".
Dengan latar belakang tersebut, Uunona yakin ayahnya kemungkinan besar memilih nama tersebut karena pengaruh Jerman yang masih tersisa, tanpa sepenuhnya memahami sejarahnya.
Meskipun namanya menjadi berita utama internasional, Uunona tetap tampil kuat di kotak suara.
Laporan dari pemilihan umum lokal Namibia baru-baru ini menunjukkan ia kembali meraih kemenangan besar di Ompundja, memperpanjang rentetan kemenangan yang dimulai lebih dari dua dekade lalu.
Media lokal mengaitkan dominasinya dengan kerja akar rumput selama bertahun-tahun, termasuk upaya mendorong perbaikan jalan, layanan dasar, dan dukungan bagi rumah tangga pedesaan.
Bagi para pemilih yang telah mengenalnya selama bertahun-tahun, rekam jejak anggota dewan tersebut tampaknya jauh lebih penting daripada nama yang kini ingin ia tinggalkan di masa lalu.
Baca juga: Adolf Hitler Siap Menang Pemilu Namibia, tapi Dia Bukan Diktator Nazi
Adolf Hitler Uunona, 59, telah mempertahankan kursinya sebagai anggota dewan daerah untuk Ompundja di wilayah Oshana utara, tempat ia menjabat sejak 2004 sebagai bagian dari partai Swapo yang berkuasa.
Terlepas dari dampak namanya yang mengejutkan secara global, warga telah berulang kali mendukungnya di tempat pemungutan suara, dengan menyebutkan rekam jejaknya sebagai aktivis anti-apartheid dan pemimpin lokal yang proaktif.
Uunona kini secara resmi menjauhkan diri dari diktator yang namanya telah mengikutinya selama beberapa dekade.
Ia mengatakan kepada media lokal bahwa ia telah menghapus "Hitler" dari dokumen resminya dan ingin dikenal publik hanya sebagai Adolf Uunona.
Ia mengatakan nama tersebut telah menyebabkan kebingungan dan asosiasi yang tidak diinginkan, dengan beberapa orang berasumsi ia memiliki pandangan yang sama dengan pemimpin Nazi tersebut.
Uunona menekankan politiknya berakar pada perjuangan pembebasan Namibia dan pembangunan lokal, bukan kebencian atau penaklukan.
Uunona menjelaskan ayahnya memilih nama itu tanpa memahami makna globalnya atau kejahatan yang menyertainya.
Semasa kecil, ia menganggapnya hanya sebagai nama biasa, dan baru menyadari seiring bertambahnya usia bahwa nama itu milik orang yang menjerumuskan Eropa ke dalam perang dan mendalangi Holocaust.
Ia mengatakan kesadaran ini mendorongnya berulang kali mengklarifikasi bahwa ia menolak segala kaitan dengan ideologi Nazi dan pekerjaannya sebagai anggota dewan difokuskan pada pelayanan masyarakat di pedesaan Namibia utara.
Istri dan rekan-rekan dekatnya telah lama memanggilnya "Adolf", panggilan yang kini ingin ia terapkan di mana-mana.
Nama anggota dewan yang tidak biasa ini mengingatkan pada sejarah rumit Namibia dengan Jerman.
Negara itu diperintah sebagai Afrika Barat Daya Jerman dari tahun 1884 hingga 1915, dan nama depan serta nama belakang Jermanik masih relatif umum, terutama di wilayah-wilayah tertentu.
Para sejarawan juga telah mendokumentasikan kekejaman yang dilakukan pasukan kolonial Jerman terhadap masyarakat Herero, Nama, dan San pada awal tahun 1900-an, babak yang oleh sebagian orang digambarkan sebagai "genosida yang terlupakan".
Dengan latar belakang tersebut, Uunona yakin ayahnya kemungkinan besar memilih nama tersebut karena pengaruh Jerman yang masih tersisa, tanpa sepenuhnya memahami sejarahnya.
Meskipun namanya menjadi berita utama internasional, Uunona tetap tampil kuat di kotak suara.
Laporan dari pemilihan umum lokal Namibia baru-baru ini menunjukkan ia kembali meraih kemenangan besar di Ompundja, memperpanjang rentetan kemenangan yang dimulai lebih dari dua dekade lalu.
Media lokal mengaitkan dominasinya dengan kerja akar rumput selama bertahun-tahun, termasuk upaya mendorong perbaikan jalan, layanan dasar, dan dukungan bagi rumah tangga pedesaan.
Bagi para pemilih yang telah mengenalnya selama bertahun-tahun, rekam jejak anggota dewan tersebut tampaknya jauh lebih penting daripada nama yang kini ingin ia tinggalkan di masa lalu.
Baca juga: Adolf Hitler Siap Menang Pemilu Namibia, tapi Dia Bukan Diktator Nazi
(sya)
Lihat Juga :