Venezuela Tak Gentar Diancam Militer AS: Kami Tak Sudi Damai dengan Menjadi Budak!

Selasa, 02 Desember 2025 - 07:06 WIB
loading...
Venezuela Tak Gentar...
Presiden Nicolas Maduro (kiri) menyatakan Venezuela tidak sudi damai dengan Amerika Serikat jika hanya menjadi budak. Foto/ANP via De Telegraaf
A A A
CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menegaskan bahwa negaranya tidak sudi "berdamai dengan menjadi kaum budak". Itu sebagai respons atas ancaman militer Amerika Serikat (AS), yang menurut Maduro, telah menguji Caracas selama berbulan-bulan.

Pernyataan itu disampaikan Maduro pada hari Senin di hadapan ribuan pendukung yang memenuhi jalan-jalan Caracas.

“Kami ingin perdamaian, tetapi perdamaian dengan kedaulatan, kesetaraan, kebebasan! Kami tidak ingin damai [dengan menjadi] kaum budak, bukan pula damai layaknya koloni,” kata Maduro dalam pidatonya.

Baca Juga: Maduro Ungkap Tujuan AS Menginvasi Venezuela: Ingin Rebut Cadangan Minyak Terbesar di Dunia!

Ketika Maduro berpidato, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu para pejabat keamanan nasional Gedung Putih untuk membahas situasi Venezuela.

Washington telah mengerahkan kapal induk terbesar di dunia beserta armada tempurnya ke kawasan Amerika Latin, disertai serangan terhadap kapal-kapal yang dituduh mengangkut narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik timur.

Sejak September, operasi militer AS tersebut telah menewaskan sedikitnya 83 orang tanpa bukti bahwa mereka adalah pengedar narkoba. Operasi militer Washington ini dinilai kelompok hak asasi manusia (HAM) sebagai tindakan ilegal—apapun status para korban.

AS beralasan bahwa pengerahan militer bertujuan memberantas perdagangan narkoba, namun Caracas menuding tujuan sebenarnya adalah mendorong perubahan rezim. Maduro merespons dengan meningkatkan kesiapan militer Venezuela.

“Kami telah menjalani 22 minggu agresi yang dapat digambarkan sebagai terorisme psikologis. Selama 22 minggu itu, mereka menguji kami, dan rakyat Venezuela menunjukkan cintanya pada tanah air,” ujar Maduro.

Ketegangan meningkat pada akhir pekan ketika Trump memperingatkan bahwa wilayah udara Venezuela harus dianggap “tertutup", memicu kekhawatiran akan invasi militer langsung.

Trump mengakui bahwa dia baru-baru ini berbicara dengan Maduro melalui telepon untuk pertama kalinya sejak kembali menjabat pada Januari, meski tidak mengungkapkan isi pembicaraan itu. Maduro sebelumnya menyatakan dia siap berdialog langsung dengan Trump kapan saja.

Ratusan pendukung pemerintah Maduro turun ke jalan pada Senin, mengecam apa yang mereka sebut sebagai ancaman AS di tengah krisis ekonomi berkepanjangan dan gejolak politik di dalam negeri.

“Kami adalah tanah air yang bebas. Kami tidak ingin perang, kami ingin perdamaian!” kata Narciso Torrealba, pemimpin komunitas lokal berusia 68 tahun.

“Kami siap berdialog dengan siapa pun, tetapi tidak akan pernah menyerahkan kedaulatan negara, tidak akan menjual tanah air,” imbuh warga lainnya, Cirilo Cazorla (54), seperti dikutip AFP, Selasa (2/12/2025).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved