Berbagai Perang Terus Berkecamuk, Produsen Senjata Untung Besar

Selasa, 02 Desember 2025 - 11:50 WIB
loading...
A A A
Di tengah serangan gencar Rusia di wilayah timur Ukraina, JSC Ukrainian Defense Industry negara itu meningkatkan pendapatan persenjataannya sebesar 41 persen menjadi USD3 miliar.

Baca Juga: 10 Negara Paling Maju di Dunia pada 2025, Salah Satunya Tetangga Indonesia

2. Ancaman Rusia Picu Investasi Besar-besaran

Perusahaan-perusahaan persenjataan Eropa telah berinvestasi dalam kapasitas produksi baru untuk melawan Rusia, menurut laporan SIPRI, tetapi laporan tersebut memperingatkan bahwa pengadaan material – terutama dalam kasus ketergantungan pada mineral penting – dapat menimbulkan "tantangan yang semakin besar" karena Tiongkok juga memperketat kontrol ekspor.

Rostec dan United Shipbuilding Corporation adalah dua perusahaan persenjataan Rusia yang masuk dalam peringkat tersebut, dan mereka juga meningkatkan pendapatan persenjataan gabungan mereka sebesar 23 persen menjadi USD31,2 miliar.

Tahun lalu, produsen senjata di Asia dan Oseania masih mencatat pendapatan sebesar USD130 miliar setelah penurunan 1,2 persen dibandingkan tahun 2023.

3. Uniknya, Industri Pertahanan China Justru Terpuruk

Penurunan regional ini disebabkan oleh penurunan pendapatan persenjataan gabungan sebesar 10 persen di antara delapan perusahaan senjata China dalam peringkat tersebut, yang paling menonjol adalah penurunan pendapatan persenjataan sebesar 31 persen dari NORINCO, produsen utama sistem pertahanan darat China.

“Sejumlah tuduhan korupsi dalam pengadaan senjata Tiongkok menyebabkan kontrak-kontrak persenjataan besar ditunda atau dibatalkan pada tahun 2024,” kata Nan Tian, Direktur Program Pengeluaran Militer dan Produksi Senjata SIPRI. “Hal ini memperdalam ketidakpastian seputar status upaya modernisasi militer China dan kapan kemampuan baru akan terwujud.”

4. Perusahaan Senjata Jepang dan Korea Selatan Juga Dapat Jatah

Namun, penjualan produsen senjata Jepang dan Korea Selatan melonjak didorong oleh permintaan yang kuat dari pelanggan Eropa maupun domestik di tengah meningkatnya ketegangan terkait Taiwan dan Korea Utara.

Lima perusahaan Jepang dalam peringkat tersebut meningkatkan pendapatan gabungan dari penjualan senjata mereka sebesar 40 persen menjadi USD13,3 miliar, sementara empat produsen Korea Selatan mengalami lonjakan pendapatan sebesar 31 persen menjadi USD14,1 miliar. Perusahaan senjata terbesar Korea Selatan, Hanwha Group, mencatat lonjakan 42 persen pada tahun 2024, dengan lebih dari separuhnya berasal dari ekspor senjata.

5. Timur Tengah Terus Bergeliat

Untuk pertama kalinya, sembilan dari 100 perusahaan senjata teratas berbasis di Timur Tengah, menurut SIPRI. Kesembilan perusahaan tersebut meraup pendapatan gabungan sebesar USD31 miliar pada tahun 2024, menunjukkan peningkatan regional sebesar 14 persen.

Ketika Uni Emirat Arab terus menghadapi tuduhan internasional atas keterlibatannya dalam perang yang menghancurkan di Sudan, lembaga tersebut mencatat bahwa angka regionalnya tidak termasuk EDGE Group yang berbasis di Emirat karena kurangnya data pendapatan untuk tahun 2023. UEA membantah tuduhan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran; Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Dituduh Trump Campuri...
Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China
Rekomendasi
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
Maudy Ayunda Gandeng...
Maudy Ayunda Gandeng ITB, Kembangkan Skincare Berbasis Riset Indonesia
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Berita Terkini
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved