Berbagai Perang Terus Berkecamuk, Produsen Senjata Untung Besar
Selasa, 02 Desember 2025 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
Tiga perusahaan senjata Israel dalam peringkat tersebut meningkatkan pendapatan gabungan mereka dari penjualan senjata sebesar 16 persen menjadi USD16,2 miliar di tengah perang genosida yang sedang berlangsung di Gaza, yang telah menewaskan hampir 70.000 warga Palestina dan menghancurkan sebagian besar wilayah kantong yang terkepung tersebut.
Elbit Systems mengantongi laba sebesar USD6,28 miliar, diikuti oleh Israel Aerospace Industries dengan USD5,19 miliar dan Rafael Advanced Defense Systems dengan USD4,7 miliar.
SIPRI mengatakan terdapat lonjakan minat internasional terhadap kendaraan udara nirawak dan sistem anti-drone Israel. Lonjakan minat Rafael ini terkait dengan Iran, karena permintaan sistem pertahanan udara perusahaan tersebut meningkat ke "tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya" setelah serangan balasan skala besar Iran terhadap Israel pada bulan April dan Oktober 2024 yang menggunakan rudal balistik dan drone.
Lima perusahaan Turki berada di 100 teratas – juga sebuah rekor. Pendapatan gabungan persenjataan mereka mencapai USD10,1 miliar, menunjukkan peningkatan sebesar 11 persen.
Baykar, yang memproduksi, antara lain, drone canggih yang baru-baru ini dijual ke Ukraina, mencatat 95 persen dari pendapatan persenjataannya yang mencapai $1,9 miliar pada tahun 2024 berasal dari ekspor ke negara lain.
Perusahaan militer dari Inggris, Prancis, Jerman, Italia, India, Taiwan, Norwegia, Kanada, Spanyol, Polandia, dan Indonesia juga masuk dalam peringkat tersebut.
Elbit Systems mengantongi laba sebesar USD6,28 miliar, diikuti oleh Israel Aerospace Industries dengan USD5,19 miliar dan Rafael Advanced Defense Systems dengan USD4,7 miliar.
SIPRI mengatakan terdapat lonjakan minat internasional terhadap kendaraan udara nirawak dan sistem anti-drone Israel. Lonjakan minat Rafael ini terkait dengan Iran, karena permintaan sistem pertahanan udara perusahaan tersebut meningkat ke "tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya" setelah serangan balasan skala besar Iran terhadap Israel pada bulan April dan Oktober 2024 yang menggunakan rudal balistik dan drone.
Lima perusahaan Turki berada di 100 teratas – juga sebuah rekor. Pendapatan gabungan persenjataan mereka mencapai USD10,1 miliar, menunjukkan peningkatan sebesar 11 persen.
Baykar, yang memproduksi, antara lain, drone canggih yang baru-baru ini dijual ke Ukraina, mencatat 95 persen dari pendapatan persenjataannya yang mencapai $1,9 miliar pada tahun 2024 berasal dari ekspor ke negara lain.
Perusahaan militer dari Inggris, Prancis, Jerman, Italia, India, Taiwan, Norwegia, Kanada, Spanyol, Polandia, dan Indonesia juga masuk dalam peringkat tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :