Maduro Ungkap Tujuan AS Menginvasi Venezuela: Ingin Rebut Cadangan Minyak Terbesar di Dunia!

Senin, 01 Desember 2025 - 09:36 WIB
loading...
A A A
Media-media AS melaporkan pada Jumat pekan lalu bahwa dalam satu serangan di bulan September, militer AS melakukan serangan lanjutan yang menewaskan korban selamat dari serangan awal.

The Washington Post dan CNN menyebutkan Menteri Pertahanan atau Menteri Perang Pete Hegseth telah mengeluarkan perintah untuk "membunuh semua orang", tetapi Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Hegseth telah membantah memberikan perintah tersebut.

"Kami akan menyelidikinya, tetapi tidak, saya tidak menginginkan itu—bukan serangan kedua," kata Trump kepada para wartawan. "Pete mengatakan dia tidak memerintahkan kematian kedua pria itu."

"Eksekusi Ekstrajudisial"


Kepala legislatif Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan dia bertemu pada hari Minggu dengan kerabat warga Venezuela yang tewas dalam serangan AS tersebut.

Dia menolak berkomentar tentang kemungkinan panggilan telepon Trump-Maduro.

Namun, ketika ditanya tentang laporan perintah pembunuhan oleh Hegseth, dia berkata: "Jika perang telah dideklarasikan dan menyebabkan pembunuhan seperti itu, kita akan berbicara tentang kejahatan perang."

"Mengingat tidak ada perang yang dideklarasikan, apa yang terjadi...hanya dapat digambarkan sebagai pembunuhan atau eksekusi di luar hukum," imbuh dia.

Peningkatan kekuatan militer AS yang terus-menerus telah menyebabkan kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R Ford, dikerahkan ke perairan Karibia, sementara jet tempur dan pesawat pengebom Amerika telah berulang kali terbang di lepas pantai Venezuela dalam beberapa hari terakhir.

Enam maskapai penerbangan telah membatalkan layanan ke Venezuela, tetapi pada hari Minggu, bandara di Caracas beroperasi seperti biasa.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
Fosil T-Rex Gus Terjual...
Fosil T-Rex Gus Terjual Rp902 Miliar, Jadi Fosil Dinosaurus Termahal dalam Lelang
Rekomendasi
PKS Ajak Gema Keadilan...
PKS Ajak Gema Keadilan Jadi Inkubator Pemimpin Muda
Febrie Adriansyah Tidak...
Febrie Adriansyah Tidak Ditahan, Kuasa Hukum: Sudah Mengundurkan Diri, Artinya Kooperatif
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
Berita Terkini
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
Infografis
10 Negara dengan Ukuran...
10 Negara dengan Ukuran Kaki Terbesar di Dunia, Jerman Juaranya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved