Usik Trump, Para Senator AS Duga Serangan terhadap Kapal-kapal di Karibia Kejahatan Perang
Senin, 01 Desember 2025 - 07:52 WIB
loading...
Para senator AS desak penyelidikan atas serangan terhadap kapal-kapal di Laut Karibia karena diduga sebagai kejahatan perang. Presiden Donald Trump klaim yang diserang adalah kartel narkoba. Foto/Truth Social @realDonaldTrump
A
A
A
WASHINGTON - Sekelompok senator Amerika Serikat (AS) mulai mengusik Presiden Donald Trump, dengan mendesak peninjauan hukum atas serangan militer terhadap kapal-kapal yang diduga milik kartel narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur. Para senator menduga serangan itu merupakan kejahatan perang.
Desakan para senator itu muncul setelah Washington Post melaporkan pada hari Jumat bahwa Menteri Perang Pete Hegseth telah mengeluarkan perintah untuk membunuh korban selamat dari salah satu kapal yang terbakar akibat serangan sebelumnya.
“Jika laporan itu benar, itu jelas merupakan pelanggaran hukum perang Departemen Pertahanan AS sendiri, serta hukum internasional tentang cara Anda memperlakukan orang-orang yang berada dalam situasi tersebut. Jadi, ini naik ke tingkat kejahatan perang jika benar,” kata Tim Kaine, seorang senator Partai Demokrat dari Virginia, kepada CBS News pada hari Minggu (30/11/2025).
Baca Juga: Pejabat Militer AS: Langkah-langkah Awal Sedang Disiapkan untuk Kemungkinan Invasi Venezuela
Kaine menambahkan bahwa dia dan beberapa rekannya sangat khawatir tentang "seluruh dasar hukum serangan tersebut.
Sebelumnya, dia telah mencoba, namun gagal, untuk meloloskan rancangan undang-undang (RUU) yang akan melarang Trump menyerang Venezuela tanpa persetujuan Kongres.
Mike Turner, anggota Parlemen dari Partai Republik, mengatakan kepada CBS News: "Ada kekhawatiran yang sangat serius di Kongres tentang serangan terhadap apa yang disebut kapal narkoba di Karibia dan Pasifik, dan pembenaran hukum yang telah diberikan."
Meskipun Hegseth menolak laporan Washington Post sebagai "berita palsu", dia menegaskan kembali bahwa serangan itu dimaksudkan untuk menghentikan narkoba mematikan, menghancurkan kapal-kapal narkoba, dan membunuh teroris narkoba yang meracuni rakyat Amerika.
Trump menuduh pemerintah sayap kiri Venezuela membantu kartel narkoba dan mengancam akan menyerang negara tersebut.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro membantah adanya hubungan dengan kejahatan terorganisir dan memperingatkan AS agar tidak melancarkan “perang gila” lainnya.
Desakan para senator itu muncul setelah Washington Post melaporkan pada hari Jumat bahwa Menteri Perang Pete Hegseth telah mengeluarkan perintah untuk membunuh korban selamat dari salah satu kapal yang terbakar akibat serangan sebelumnya.
“Jika laporan itu benar, itu jelas merupakan pelanggaran hukum perang Departemen Pertahanan AS sendiri, serta hukum internasional tentang cara Anda memperlakukan orang-orang yang berada dalam situasi tersebut. Jadi, ini naik ke tingkat kejahatan perang jika benar,” kata Tim Kaine, seorang senator Partai Demokrat dari Virginia, kepada CBS News pada hari Minggu (30/11/2025).
Baca Juga: Pejabat Militer AS: Langkah-langkah Awal Sedang Disiapkan untuk Kemungkinan Invasi Venezuela
Kaine menambahkan bahwa dia dan beberapa rekannya sangat khawatir tentang "seluruh dasar hukum serangan tersebut.
Sebelumnya, dia telah mencoba, namun gagal, untuk meloloskan rancangan undang-undang (RUU) yang akan melarang Trump menyerang Venezuela tanpa persetujuan Kongres.
Mike Turner, anggota Parlemen dari Partai Republik, mengatakan kepada CBS News: "Ada kekhawatiran yang sangat serius di Kongres tentang serangan terhadap apa yang disebut kapal narkoba di Karibia dan Pasifik, dan pembenaran hukum yang telah diberikan."
Meskipun Hegseth menolak laporan Washington Post sebagai "berita palsu", dia menegaskan kembali bahwa serangan itu dimaksudkan untuk menghentikan narkoba mematikan, menghancurkan kapal-kapal narkoba, dan membunuh teroris narkoba yang meracuni rakyat Amerika.
Trump menuduh pemerintah sayap kiri Venezuela membantu kartel narkoba dan mengancam akan menyerang negara tersebut.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro membantah adanya hubungan dengan kejahatan terorganisir dan memperingatkan AS agar tidak melancarkan “perang gila” lainnya.
(mas)
Lihat Juga :