5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Minggu, 30 November 2025 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
Para pakar seperti Loch K. Johnson, mantan direktur staf Komite Intelijen Senat, menunjukkan bahwa kekuatan CIA terletak pada kemampuannya menggabungkan teknologi mutakhir dengan spionase lapangan. "Keunggulan teknologi CIA dan kemitraannya dengan badan-badan sekutu menjadikannya tulang punggung intelijen global," katanya.
Operasi rahasia badan tersebut, mulai dari spionase hingga misi paramiliter, telah membuatnya dihormati sekaligus dikritik di seluruh dunia. Baru-baru ini, pekerjaannya telah meluas ke bidang-bidang seperti keamanan siber, karena ancaman global semakin bergeser ke ranah digital.
Baca Juga: Update Tragedi Kebakaran Hong Kong: Jumlah WNI Meninggal Jadi 9 Orang, 3 Luka
Salah satu operasi Mossad baru-baru ini, yang mendapat perhatian luas, melibatkan penjualan pager yang dilengkapi bahan peledak kepada Hizbullah, yang mengakibatkan serangkaian ledakan di Lebanon dan Suriah. Insiden ini menunjukkan kesediaan Mossad yang berkelanjutan untuk menggunakan metode-metode inovatif, meskipun kontroversial, untuk melindungi kepentingan Israel.
Kemampuan Mossad untuk melakukan operasi-operasi rahasia, termasuk pembunuhan Yahya Sinwar, seorang pemimpin kunci Hamas, terus menunjukkan keunggulan operasionalnya.
Ronen Bergman, seorang pakar intelijen Israel, mengatakan, "Keberhasilan Mossad berakar pada kemampuannya untuk memadukan teknologi dengan jaringan operasi yang tertanam kuat di negara-negara musuh". Kapasitas pengumpulan intelijen Mossad tetap tak tertandingi di Timur Tengah, menjadikannya pemain sentral dalam dinamika keamanan regional.
Operasi rahasia badan tersebut, mulai dari spionase hingga misi paramiliter, telah membuatnya dihormati sekaligus dikritik di seluruh dunia. Baru-baru ini, pekerjaannya telah meluas ke bidang-bidang seperti keamanan siber, karena ancaman global semakin bergeser ke ranah digital.
Baca Juga: Update Tragedi Kebakaran Hong Kong: Jumlah WNI Meninggal Jadi 9 Orang, 3 Luka
2. Mossad – Israel
Mossad terkenal karena operasinya yang sangat efisien dan seringkali kontroversial. Didirikan pada tahun 1949, Mossad telah membangun reputasi untuk misi-misi rahasia yang berani dan teknik-teknik pengumpulan intelijen yang akurat, terutama dalam kontraterorisme dan pertahanan terhadap ancaman eksternal.Salah satu operasi Mossad baru-baru ini, yang mendapat perhatian luas, melibatkan penjualan pager yang dilengkapi bahan peledak kepada Hizbullah, yang mengakibatkan serangkaian ledakan di Lebanon dan Suriah. Insiden ini menunjukkan kesediaan Mossad yang berkelanjutan untuk menggunakan metode-metode inovatif, meskipun kontroversial, untuk melindungi kepentingan Israel.
Kemampuan Mossad untuk melakukan operasi-operasi rahasia, termasuk pembunuhan Yahya Sinwar, seorang pemimpin kunci Hamas, terus menunjukkan keunggulan operasionalnya.
Ronen Bergman, seorang pakar intelijen Israel, mengatakan, "Keberhasilan Mossad berakar pada kemampuannya untuk memadukan teknologi dengan jaringan operasi yang tertanam kuat di negara-negara musuh". Kapasitas pengumpulan intelijen Mossad tetap tak tertandingi di Timur Tengah, menjadikannya pemain sentral dalam dinamika keamanan regional.
3. MI6 (Dinas Intelijen Rahasia) – Inggris
MI6, yang secara resmi dikenal sebagai Dinas Intelijen Rahasia (SIS), menangani spionase asing untuk Britania Raya. Sejarah panjangnya berawal dari Perang Dunia I, dan telah terlibat dalam beberapa momen geopolitik paling krusial di abad ke-20 dan ke-21. Fokus badan ini saat ini meliputi kontraterorisme, spionase siber, dan pemantauan aktivitas negara yang bermusuhan.Lihat Juga :