5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Minggu, 30 November 2025 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
Richard Dearlove, mantan kepala MI6, telah menyoroti bagaimana kerja sama erat MI6 dengan badan-badan AS dan Eropa meningkatkan kapabilitasnya, terutama dalam kontraterorisme dan perang siber.
"MI6 diuntungkan oleh jaringan global yang luas dan telah berkembang untuk memenuhi tuntutan intelijen modern, terutama dalam menangani ancaman dari negara-negara jahat dan aktor non-negara," ujarnya.
Kemampuan DGSE ditonjolkan oleh operasinya untuk melawan ancaman teror di wilayah Sahel, sarang militansi Islamis yang terus berkembang. Laurent Nunez, koordinator intelijen Prancis, mencatat bahwa "fokus DGSE pada kontraterorisme dan ancaman siber telah menjaga keamanan Prancis di lingkungan global yang bergejolak".
Keunggulan DGSE dalam intelijen sinyal (SIGINT) dan intelijen manusia memungkinkannya untuk memantau ancaman, tidak hanya di Eropa tetapi juga di seluruh Afrika dan Timur Tengah, wilayah yang sangat penting bagi kepentingan nasional Prancis.
Menurut analis keamanan Michael Chase dari RAND Corporation, "MSS adalah pemain kunci dalam upaya Tiongkok untuk meraih supremasi teknologi dan geopolitik. Fokusnya pada spionase ekonomi dan aktivitas siber tak tertandingi, dan beroperasi dengan tingkat kerahasiaan yang menjadikannya tantangan bagi badan-badan Barat".
Operasi MSS meluas ke berbagai domain, mulai dari spionase siber hingga intelijen manusia, menjadikannya salah satu badan intelijen paling serbaguna dan kuat di dunia.
"MI6 diuntungkan oleh jaringan global yang luas dan telah berkembang untuk memenuhi tuntutan intelijen modern, terutama dalam menangani ancaman dari negara-negara jahat dan aktor non-negara," ujarnya.
4. DGSE (Direction Générale de la Sécurité Extérieure) – Prancis
DGSE Prancis merupakan pemain tangguh di kalangan intelijen Eropa dan global. DGSE berspesialisasi dalam kontraterorisme, intelijen siber, dan operasi di Afrika, tempat Prancis memiliki kepentingan yang signifikan.Kemampuan DGSE ditonjolkan oleh operasinya untuk melawan ancaman teror di wilayah Sahel, sarang militansi Islamis yang terus berkembang. Laurent Nunez, koordinator intelijen Prancis, mencatat bahwa "fokus DGSE pada kontraterorisme dan ancaman siber telah menjaga keamanan Prancis di lingkungan global yang bergejolak".
Keunggulan DGSE dalam intelijen sinyal (SIGINT) dan intelijen manusia memungkinkannya untuk memantau ancaman, tidak hanya di Eropa tetapi juga di seluruh Afrika dan Timur Tengah, wilayah yang sangat penting bagi kepentingan nasional Prancis.
5. MSS (Kementerian Keamanan Negara) – China
MSS China dikenal karena aktivitas spionase sibernya yang ekstensif dan upayanya untuk melindungi kepentingan ekonomi dan geopolitik China. Dalam beberapa tahun terakhir, MSS sangat berfokus pada perang siber, dengan banyak pemerintah Barat mengaitkan beberapa serangan siber berskala besar dengan aktor negara China.Menurut analis keamanan Michael Chase dari RAND Corporation, "MSS adalah pemain kunci dalam upaya Tiongkok untuk meraih supremasi teknologi dan geopolitik. Fokusnya pada spionase ekonomi dan aktivitas siber tak tertandingi, dan beroperasi dengan tingkat kerahasiaan yang menjadikannya tantangan bagi badan-badan Barat".
Operasi MSS meluas ke berbagai domain, mulai dari spionase siber hingga intelijen manusia, menjadikannya salah satu badan intelijen paling serbaguna dan kuat di dunia.
(ahm)
Lihat Juga :