Zelensky Ogah Serahkan Wilayah Ukraina ke Rusia Meski demi Akhiri Perang
Jum'at, 28 November 2025 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
"Secara umum, kami sepakat bahwa ini dapat menjadi dasar bagi perjanjian di masa mendatang," kata Putin, seraya menambahkan bahwa versi rencana yang dibahas oleh Washington dan Kyiv di Jenewa telah dibagikan dengan Moskow.
"Kami melihat bahwa pihak Amerika mempertimbangkan posisi kami di beberapa area," imbuh dia. "Namun dalam poin-poin lain, kami jelas perlu duduk dan berunding," imbuh Putin, seperti dikutip The Guardian, Jumat (28/11/2025).
Pernyataan tegas Presiden Rusia—di mana dia kembali menyebut Volodymyr Zelensky sebagai "pemimpin tidak sah"— menunjukkan bahwa, terlepas dari optimisme Gedung Putih, hanya ada sedikit tanda kemajuan pada poin-poin inti yang diperlukan untuk mengakhiri perang.
Zelensky mengatakan delegasi Ukraina dan AS akan bertemu pekan ini untuk membahas poin-poin yang diangkat dalam perundingan Jenewa guna mewujudkan perdamaian dengan Rusia dan memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina.
Perdana Menteri Belgia Bart De Wever mengatakan rencana Uni Eropa untuk menggunakan aset negara Rusia yang dibekukan guna mendanai Ukraina dapat membahayakan potensi kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.
"Kami melihat bahwa pihak Amerika mempertimbangkan posisi kami di beberapa area," imbuh dia. "Namun dalam poin-poin lain, kami jelas perlu duduk dan berunding," imbuh Putin, seperti dikutip The Guardian, Jumat (28/11/2025).
Pernyataan tegas Presiden Rusia—di mana dia kembali menyebut Volodymyr Zelensky sebagai "pemimpin tidak sah"— menunjukkan bahwa, terlepas dari optimisme Gedung Putih, hanya ada sedikit tanda kemajuan pada poin-poin inti yang diperlukan untuk mengakhiri perang.
Zelensky mengatakan delegasi Ukraina dan AS akan bertemu pekan ini untuk membahas poin-poin yang diangkat dalam perundingan Jenewa guna mewujudkan perdamaian dengan Rusia dan memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina.
Perdana Menteri Belgia Bart De Wever mengatakan rencana Uni Eropa untuk menggunakan aset negara Rusia yang dibekukan guna mendanai Ukraina dapat membahayakan potensi kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.
Lihat Juga :