Putin Ngotot Syarat Akhiri Perang Adalah Ukraina Serahkan Wilayah ke Rusia
Jum'at, 28 November 2025 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
Zelensky mengatakan dalam pidato video pada Kamis malam, "Delegasi Ukraina dan AS akan bertemu untuk menerjemahkan poin-poin yang kami peroleh di Jenewa ke dalam bentuk yang menempatkan kami di jalur menuju perdamaian dan jaminan keamanan."
Zelensky tidak menyebutkan nama siapa pun, tetapi kepala stafnya, Andriy Yermak, mengatakan bahwa Sekretaris Angkatan Darat AS, Dan Driscoll, akan mengunjungi Kyiv akhir pekan ini.
Pada hari Rabu, Trump mengatakan bahwa hanya ada beberapa poin perselisihan yang tersisa antara Rusia dan Ukraina-– yang mengindikasikan bahwa pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk membahas poin-poin ini bergantung pada kesepakatan damai yang disepakati.
Dalam komentarnya kepada wartawan, Putin kembali menyatakan rasa jijiknya terhadap kepemimpinan Ukraina, yang menurutnya dianggap tidak sah. "Oleh karena itu, tidak ada gunanya menandatangani dokumen apa pun dengan mereka," katanya, seperti dikutip BBC.
Ukraina telah berada di bawah darurat militer sejak dimulainya invasi skala penuh Rusia pada Februari 2022 dan oleh karena itu tidak dapat menyelenggarakan pemilihan umum yang dijadwalkan. Awal tahun ini, parlemen Ukraina dengan suara bulat menyetujui legitimasi Presiden Zelensky, yang masa jabatannya berakhir pada musim semi.
Putin juga menepis peringatan dari para pemimpin Eropa bahwa Rusia dapat menyerang benua Eropa dalam beberapa dekade mendatang. "Kedengarannya menggelikan bagi kami, sungguh," katanya.
Gedung Putih dan Donald Trump terdengar optimistis mengenai dorongan diplomatik baru-baru ini untuk perundingan damai, tetapi orang-orang Eropa telah berulang kali menyatakan skeptisisme mereka mengenai apakah Putin akan benar-benar bermaksud mengakhiri perang.
Pada hari Rabu, Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen menuduh Rusia mempertahankan pola pikir pasca-Perang Dunia II dan memandang benua Eropa sebagai "lingkup pengaruh" di mana negara-negara berdaulat dapat "dibagi-bagi".
Zelensky tidak menyebutkan nama siapa pun, tetapi kepala stafnya, Andriy Yermak, mengatakan bahwa Sekretaris Angkatan Darat AS, Dan Driscoll, akan mengunjungi Kyiv akhir pekan ini.
Pada hari Rabu, Trump mengatakan bahwa hanya ada beberapa poin perselisihan yang tersisa antara Rusia dan Ukraina-– yang mengindikasikan bahwa pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk membahas poin-poin ini bergantung pada kesepakatan damai yang disepakati.
Dalam komentarnya kepada wartawan, Putin kembali menyatakan rasa jijiknya terhadap kepemimpinan Ukraina, yang menurutnya dianggap tidak sah. "Oleh karena itu, tidak ada gunanya menandatangani dokumen apa pun dengan mereka," katanya, seperti dikutip BBC.
Ukraina telah berada di bawah darurat militer sejak dimulainya invasi skala penuh Rusia pada Februari 2022 dan oleh karena itu tidak dapat menyelenggarakan pemilihan umum yang dijadwalkan. Awal tahun ini, parlemen Ukraina dengan suara bulat menyetujui legitimasi Presiden Zelensky, yang masa jabatannya berakhir pada musim semi.
Putin juga menepis peringatan dari para pemimpin Eropa bahwa Rusia dapat menyerang benua Eropa dalam beberapa dekade mendatang. "Kedengarannya menggelikan bagi kami, sungguh," katanya.
Gedung Putih dan Donald Trump terdengar optimistis mengenai dorongan diplomatik baru-baru ini untuk perundingan damai, tetapi orang-orang Eropa telah berulang kali menyatakan skeptisisme mereka mengenai apakah Putin akan benar-benar bermaksud mengakhiri perang.
Pada hari Rabu, Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen menuduh Rusia mempertahankan pola pikir pasca-Perang Dunia II dan memandang benua Eropa sebagai "lingkup pengaruh" di mana negara-negara berdaulat dapat "dibagi-bagi".
(mas)
Lihat Juga :