Update Tragedi Kebakaran Hong Kong: 94 Orang Tewas, 279 Lainnya Hilang
Jum'at, 28 November 2025 - 07:13 WIB
loading...
A
A
A
Chan mengatakan api menyebar sangat cepat ke seluruh menara, dan petugas darurat kesulitan mendapatkan akses ke dalam.
"Puing-puing dan perancah berjatuhan dari lantai atas," ujarnya kepada wartawan. "Ada juga alasan lain seperti suhu tinggi, kegelapan ... (dan) akses kendaraan darurat terhalang oleh perancah dan puing-puing yang jatuh, sehingga akses kami ke gedung menjadi sangat sulit."
Lebih dari 70 orang terluka, termasuk 11 petugas pemadam kebakaran, serta 94 orang tewas, kata Departemen Pemadam Kebakaran. Sekitar 900 orang dievakuasi ke tempat penampungan sementara semalam.
Pemimpin Vatikan Paus Leo XIV mengirimkan telegram kepada uskup Hong Kong pada hari Kamis, menyampaikan duka cita atas kebakaran tersebut dan mendoakan para korban luka, keluarga mereka, dan petugas tanggap darurat.
Warga setempat, Lawrence Lee, sedang menunggu kabar tentang istrinya, yang dia yakini masih terjebak di apartemen mereka.
"Ketika kebakaran terjadi, saya menyuruhnya lewat telepon untuk melarikan diri. Tapi begitu dia meninggalkan apartemen, koridor dan tangga dipenuhi asap dan semuanya gelap, jadi dia tidak punya pilihan selain kembali ke apartemen," ujarnya, sambil menunggu di salah satu tempat penampungan semalaman.
Winter Chung dan Sandy Chung, yang tinggal di salah satu menara, mengatakan mereka melihat percikan api beterbangan saat mereka dievakuasi Rabu sore. Meskipun mereka aman, mereka khawatir dengan rumah mereka. "Saya tidak bisa tidur sepanjang malam," ujar Winter Chung (75), kepada AP.
Tiga pria, para direktur dan seorang konsultan teknik sebuah perusahaan konstruksi, ditangkap atas dugaan pembunuhan. Polisi belum secara langsung menyebutkan nama perusahaan tempat mereka bekerja.
"Kami punya alasan untuk meyakini bahwa mereka yang bertanggung jawab atas perusahaan konstruksi itu sangat lalai," kata Eileen Chung, seorang inspektur senior kepolisian Hong Kong.
Polisi pada hari Kamis juga menggeledah kantor Prestige Construction & Engineering Company, yang dikonfirmasi AP bertanggung jawab atas renovasi kompleks menara tersebut. Polisi menyita beberapa kotak berisi dokumen sebagai barang bukti.
"Puing-puing dan perancah berjatuhan dari lantai atas," ujarnya kepada wartawan. "Ada juga alasan lain seperti suhu tinggi, kegelapan ... (dan) akses kendaraan darurat terhalang oleh perancah dan puing-puing yang jatuh, sehingga akses kami ke gedung menjadi sangat sulit."
Lebih dari 70 orang terluka, termasuk 11 petugas pemadam kebakaran, serta 94 orang tewas, kata Departemen Pemadam Kebakaran. Sekitar 900 orang dievakuasi ke tempat penampungan sementara semalam.
Pemimpin Vatikan Paus Leo XIV mengirimkan telegram kepada uskup Hong Kong pada hari Kamis, menyampaikan duka cita atas kebakaran tersebut dan mendoakan para korban luka, keluarga mereka, dan petugas tanggap darurat.
Warga setempat, Lawrence Lee, sedang menunggu kabar tentang istrinya, yang dia yakini masih terjebak di apartemen mereka.
"Ketika kebakaran terjadi, saya menyuruhnya lewat telepon untuk melarikan diri. Tapi begitu dia meninggalkan apartemen, koridor dan tangga dipenuhi asap dan semuanya gelap, jadi dia tidak punya pilihan selain kembali ke apartemen," ujarnya, sambil menunggu di salah satu tempat penampungan semalaman.
Winter Chung dan Sandy Chung, yang tinggal di salah satu menara, mengatakan mereka melihat percikan api beterbangan saat mereka dievakuasi Rabu sore. Meskipun mereka aman, mereka khawatir dengan rumah mereka. "Saya tidak bisa tidur sepanjang malam," ujar Winter Chung (75), kepada AP.
Tiga Orang Ditangkap atas Dugaan Pembunuhan
Tiga pria, para direktur dan seorang konsultan teknik sebuah perusahaan konstruksi, ditangkap atas dugaan pembunuhan. Polisi belum secara langsung menyebutkan nama perusahaan tempat mereka bekerja.
"Kami punya alasan untuk meyakini bahwa mereka yang bertanggung jawab atas perusahaan konstruksi itu sangat lalai," kata Eileen Chung, seorang inspektur senior kepolisian Hong Kong.
Polisi pada hari Kamis juga menggeledah kantor Prestige Construction & Engineering Company, yang dikonfirmasi AP bertanggung jawab atas renovasi kompleks menara tersebut. Polisi menyita beberapa kotak berisi dokumen sebagai barang bukti.
Lihat Juga :