Israel Habisi Pemimpin Militer Hizbullah, IRGC Iran Janji Balas Dendam
Selasa, 25 November 2025 - 08:42 WIB
loading...
Pemimpin militer Hizbullah Lebanon Haytham Ali Tabtabai tewas oleh serangan udara Israel. IRGC Iran janji balas dendam. Foto/WANA
A
A
A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengecam pembunuhan salah satu pemimpin militer Hizbullah Lebanon oleh Israel. Pasukan Iran itu berjanji akan memberikan respons yang menghancurkan sebagai balas dendam.
Haytham Ali Tabtabai tewas pada hari Minggu dalam serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut. Dia adalah komandan Hizbullah paling senior yang dibunuh oleh Israel sejak dimulainya gencatan senjata November 2024, yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan selama lebih dari setahun.
Baca Juga: Israel Langgar Gencatan Senjata, Habisi Pemimpin Militer Hizbullah via Serangan Udara
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah Iran, IRGC mengutuk keras apa yang mereka sebut sebagai "kejahatan biadab" Israel.
IRGC menambahkan bahwa Hizbullah dan seluruh "poros perlawanan" berhak untuk membalas dendam atas Tabtabai.
Tanpa merinci waktu pembalasan, IRGC memperingatkan bahwa Israel akan menghadapi respons yang menghancurkan.
Sebelumnya pada hari Senin, Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam serangan udara Israel tersebut. "Ini pelanggaran mencolok terhadap gencatan senjata November 2024 dan pelanggaran brutal terhadap kedaulatan nasional Lebanon," katanya, seperti dikutip Al Arabiya English, Selasa (25/11/2025).
Israel telah berulang kali melancarkan serangan di Lebanon sejak gencatan senjata dimulai, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan para milisi Hizbullah dan infrastruktur militer.
Hizbullah, yang pendukung utamanya adalah Iran, telah melemah secara signifikan akibat konfrontasi terbarunya dengan Israel dan jatuhnya rezim Bashar al-Assad di Suriah, sekutu utama Teheran dan Hizbullah.
Kemunduran ini juga berdampak langsung pada Iran, dengan fasilitas nuklirnya menjadi sasaran serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) selama perang 12 hari pada Juni lalu.
AS, sekutu utama Israel, telah menjatuhkan sanksi kepada Tabtabai pada tahun 2016, mengidentifikasinya sebagai pemimpin kunci Hizbullah dan menawarkan hadiah hingga USD5 juta untuk informasi tentangnya.
Militer Zionis Israel, dalam sebuah pernyataan, mengonfirmasi serangan udara yang menewaskan pemimpin militer Hizbullah tersebut.
"Tabtabai memimpin sebagian besar unit Hizbullah dan bekerja keras untuk memulihkan kesiapan mereka berperang dengan Israel," kata militer Zionis Israel.
Haytham Ali Tabtabai tewas pada hari Minggu dalam serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut. Dia adalah komandan Hizbullah paling senior yang dibunuh oleh Israel sejak dimulainya gencatan senjata November 2024, yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan selama lebih dari setahun.
Baca Juga: Israel Langgar Gencatan Senjata, Habisi Pemimpin Militer Hizbullah via Serangan Udara
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah Iran, IRGC mengutuk keras apa yang mereka sebut sebagai "kejahatan biadab" Israel.
IRGC menambahkan bahwa Hizbullah dan seluruh "poros perlawanan" berhak untuk membalas dendam atas Tabtabai.
Tanpa merinci waktu pembalasan, IRGC memperingatkan bahwa Israel akan menghadapi respons yang menghancurkan.
Sebelumnya pada hari Senin, Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam serangan udara Israel tersebut. "Ini pelanggaran mencolok terhadap gencatan senjata November 2024 dan pelanggaran brutal terhadap kedaulatan nasional Lebanon," katanya, seperti dikutip Al Arabiya English, Selasa (25/11/2025).
Israel telah berulang kali melancarkan serangan di Lebanon sejak gencatan senjata dimulai, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan para milisi Hizbullah dan infrastruktur militer.
Hizbullah, yang pendukung utamanya adalah Iran, telah melemah secara signifikan akibat konfrontasi terbarunya dengan Israel dan jatuhnya rezim Bashar al-Assad di Suriah, sekutu utama Teheran dan Hizbullah.
Kemunduran ini juga berdampak langsung pada Iran, dengan fasilitas nuklirnya menjadi sasaran serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) selama perang 12 hari pada Juni lalu.
AS, sekutu utama Israel, telah menjatuhkan sanksi kepada Tabtabai pada tahun 2016, mengidentifikasinya sebagai pemimpin kunci Hizbullah dan menawarkan hadiah hingga USD5 juta untuk informasi tentangnya.
Militer Zionis Israel, dalam sebuah pernyataan, mengonfirmasi serangan udara yang menewaskan pemimpin militer Hizbullah tersebut.
"Tabtabai memimpin sebagian besar unit Hizbullah dan bekerja keras untuk memulihkan kesiapan mereka berperang dengan Israel," kata militer Zionis Israel.
(mas)
Lihat Juga :