Mengapa Pemimpin Eropa Merasa Dikhianati Trump dalam Perdamaian Ukraina?

Selasa, 25 November 2025 - 10:30 WIB
loading...
A A A
Ia menjabarkan tiga elemen yang dibutuhkan untuk perdamaian yang adil dan langgeng, yaitu bahwa perbatasan tidak boleh diubah dengan paksa, tidak boleh ada pembatasan militer Ukraina, dan bahwa Uni Eropa harus menjadi pusat dalam mengamankan perdamaian bagi Ukraina.

“Ukraina harus memiliki kebebasan dan hak berdaulat untuk memilih nasibnya sendiri. Mereka telah memilih takdir Eropa,” kata von der Leyen.

Di sela-sela KTT Kelompok 20 (G20) di Johannesburg, Afrika Selatan pada hari Sabtu, para pemimpin Eropa dan negara-negara Barat lainnya menolak rencana Trump, dengan mengatakan bahwa hal itu membutuhkan “pekerjaan tambahan”.

“Kami siap terlibat untuk memastikan perdamaian di masa depan berkelanjutan. Kami tegas pada prinsip bahwa perbatasan tidak boleh diubah dengan paksa,” demikian pernyataan bersama yang ditandatangani oleh Inggris, Kanada, Finlandia, Prancis, Spanyol, Italia, Jepang, Belanda, Jerman, Norwegia, dan Republik Irlandia.

Pernyataan tersebut mencatat bahwa sekutu "khawatir dengan pembatasan yang diusulkan terhadap angkatan bersenjata Ukraina, yang akan membuat Ukraina rentan terhadap serangan di masa mendatang", seraya menambahkan bahwa setiap keputusan terkait NATO dan Uni Eropa akan memerlukan persetujuan dari negara-negara anggota.

Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022 dan sejak itu telah merebut sebagian besar wilayah Donetsk dan Luhansk di timur. Moskow telah mencaplok Semenanjung Krimea pada tahun 2014.

Menurut rancangan rencana Trump, Krimea, Luhansk, dan Donetsk akan diakui sebagai wilayah de facto Rusia. Pasukan Ukraina akan diwajibkan untuk mundur dari sebagian Donetsk yang saat ini mereka kuasai, sementara Kherson dan Zaporizhia akan dibekukan di sepanjang garis kontak.

Rencana yang diusulkan juga akan membuat Ukraina mengurangi jumlah tentaranya dan meninggalkan ambisinya untuk bergabung dengan NATO, yang telah menjadi poin penting dalam proposal sebelumnya. Jumlah angkatan bersenjata Ukraina akan dibatasi hingga 600.000 personel.

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan Trump melalui panggilan telepon yang panjang pada hari Jumat dan menyampaikan bahwa Eropa perlu menjadi bagian dari setiap proses perdamaian.

“Akhir perang hanya dapat dicapai dengan persetujuan tanpa syarat dari Ukraina,” kata Merz dalam pengarahan KTT G20. “Namun, kita masih jauh dari hasil yang baik bagi semua orang.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Maskapai Eropa Diminta...
Maskapai Eropa Diminta Tak Melintasi Langit Teluk, Ancaman Rudal dan Drone Mengintai
Panas! Trump Ancam Serang...
Panas! Trump Ancam Serang Fasilitas Minyak Iran di Pulau Kharg
Rekomendasi
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved