Mengapa Brunei Tidak Mau Bergabung dengan Malaysia? Ini Sejarahnya
Jum'at, 21 November 2025 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah pusat telah mengurangi pendapatan minyak dan gas Sarawak dan Sabah dari 40% menjadi 5%, yang meminggirkan wilayah non-Semenanjung Malaya secara politik dan ekonomi.
Pada tahun 1980-an, PDB per kapita Brunei dari minyak dan gas telah meningkat ke garis depan dunia, yang memungkinkannya mencapai kemandirian. Pada Hari Tahun Baru 1984, Brunei mendeklarasikan kemerdekaan.
Dengan mengandalkan sumber daya minyak dan gasnya, Brunei telah membangun masyarakat yang berkesejahteraan tinggi, menyediakan pendidikan gratis, layanan kesehatan, dan pembebasan pajak.
Pada tahun 2024, PDB per kapitanya mencapai USD35.000, melampaui Jepang dan Korea Selatan, sementara Malaysia hanya USD13.000.
Penolakan Brunei untuk bergabung bermula dari dua pilihan antara penguasaan sumber daya, otonomi politik, dan kompatibilitas kelembagaan.
Hal ini menunjukkan bahwa negara-negara kecil, melalui sumber daya dan strategi geopolitik yang tepat, dapat mempertahankan kemerdekaan dan kemakmuran bahkan di tengah persaingan kekuatan yang lebih besar.
Baca juga: Seteru Memanas, 'Senjata' China Ini Bisa Bikin Jepang Tekor Rp20 Triliun
Pada tahun 1980-an, PDB per kapita Brunei dari minyak dan gas telah meningkat ke garis depan dunia, yang memungkinkannya mencapai kemandirian. Pada Hari Tahun Baru 1984, Brunei mendeklarasikan kemerdekaan.
Dengan mengandalkan sumber daya minyak dan gasnya, Brunei telah membangun masyarakat yang berkesejahteraan tinggi, menyediakan pendidikan gratis, layanan kesehatan, dan pembebasan pajak.
Pada tahun 2024, PDB per kapitanya mencapai USD35.000, melampaui Jepang dan Korea Selatan, sementara Malaysia hanya USD13.000.
Penolakan Brunei untuk bergabung bermula dari dua pilihan antara penguasaan sumber daya, otonomi politik, dan kompatibilitas kelembagaan.
Hal ini menunjukkan bahwa negara-negara kecil, melalui sumber daya dan strategi geopolitik yang tepat, dapat mempertahankan kemerdekaan dan kemakmuran bahkan di tengah persaingan kekuatan yang lebih besar.
Baca juga: Seteru Memanas, 'Senjata' China Ini Bisa Bikin Jepang Tekor Rp20 Triliun
(sya)
Lihat Juga :