Mengapa Brunei Tidak Mau Bergabung dengan Malaysia? Ini Sejarahnya

Jum'at, 21 November 2025 - 17:01 WIB
loading...
A A A
Namun, pada tahun 1962, Partai Rakyat Brunei melancarkan pemberontakan, yang menyebabkan Brunei kehilangan peran utamanya, dan Sarawak serta Sabah beralih mendukung Rencana Malaysia.

Pada tahun 1963, Brunei dan Malaya memulai negosiasi untuk bergabung dengan Malaysia, dengan ketidaksepakatan yang berfokus pada tiga poin:

Kontrol atas pendapatan minyak: Pendapatan minyak dan gas Brunei menyumbang 60% dari total perekonomiannya. Brunei menuntut kontrol penuh, sementara Malaysia bersikeras pada pengelolaan terpusat atas pendapatan sumber daya alam.

Status politik Sultan: Sultan Brunei, karena khawatir akan terpinggirkan dalam Konferensi Penguasa Malaysia, menuntut kursi politik yang lebih tinggi dan bahkan seorang Wakil Yang di-Pertuan Agong (Raja) yang turun-temurun, tetapi ditolak oleh Malaya.

Perbedaan sistem: Brunei adalah monarki absolut, sementara Malaysia adalah monarki federal konstitusional, dan bergabung berarti Sultan harus melepaskan sebagian besar kekuasaannya.

Setelah negosiasi gagal, Brunei memilih mempertahankan statusnya sebagai protektorat Inggris.

Pilihan Independen dan Pertimbangan Praktis


Pembentukan Malaysia pada tahun 1963 dan perkembangan selanjutnya menegaskan kekhawatiran Brunei.

Pengusiran Singapura dari Federasi pada tahun 1965 menunjukkan lemahnya posisi negara-negara kecil dalam sistem Malaysia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
2 Alasan Buaya Hidup...
2 Alasan Buaya Hidup Berdampingan dan Tidak Mau Memakan Capybara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved