Mengapa Brunei Tidak Mau Bergabung dengan Malaysia? Ini Sejarahnya

Jum'at, 21 November 2025 - 17:01 WIB
loading...
Mengapa Brunei Tidak...
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin di Brunei. Foto/wikipedia
A A A
BANDAR SERI BEGAWAN - Brunei adalah negara kecil di Asia Tenggara, yang wilayahnya dibagi menjadi dua bagian oleh Malaysia. Faktanya, Brunei memiliki dua kesempatan untuk bergabung dengan Malaysia pada tahun 1963 dan 1984, tetapi Brunei menolak kedua kesempatan tersebut. Mengapa demikian?

Asal-usul Sejarah dan Persaingan Regional


Pada abad ke-16, Brunei menguasai sebagian besar Kalimantan (Pulau Kalimantan), tetapi secara bertahap mengalami kemunduran akibat invasi kolonial Barat.

Pada tahun 1842, penjelajah Inggris Brooke memperoleh kendali atas Sarawak dari Brunei.

Pada tahun 1888, Brunei, Sarawak, dan Sabah di Kalimantan utara secara berturut-turut dimasukkan ke dalam sistem kolonial Inggris.

Inggris menyerahkan wilayah Limbang kepada Sarawak, yang mengakibatkan pembagian wilayah Brunei. Sengketa ini menjadi hambatan bagi hubungan Brunei dan Malaysia di masa depan.

Penemuan ladang minyak pesisir pada tahun 1928 mengubah nasib Brunei. Pada tahun 1930-an, Brunei telah menjadi wilayah penghasil minyak terbesar ketiga di antara koloni-koloni Inggris, yang meletakkan fondasi bagi kemerdekaannya di masa depan.

Perencanaan Federal dan Manuver Politik


Setelah Perang Dunia II, Inggris berencana menarik diri dari Asia Tenggara.Dalam upaya melindungi diri dan meningkatkan pengaruh regionalnya, Malaya di Semenanjung Malaya mengusulkan "Rencana Federasi Malaysia", yang bertujuan mengintegrasikan Singapura dan tiga negara bagian di Kalimantan Utara (Brunei, Sarawak, dan Sabah).

Brunei mengusulkan "Rencana Federasi Kalimantan Utara", dengan harapan dapat membangun kembali hegemoni Kalimantan dengan Brunei sebagai pusatnya, menyatukan Sarawak dan Sabah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
Kroasia Kalahkan Panama,...
Kroasia Kalahkan Panama, Gol Ante Budimir Jaga Asa Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
2 Alasan Buaya Hidup...
2 Alasan Buaya Hidup Berdampingan dan Tidak Mau Memakan Capybara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved