AS Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Arab Saudi, Ini Respons PM Israel Netanyahu
Jum'at, 21 November 2025 - 07:31 WIB
loading...
PM Israel Benjamin Netanyahu terkesan meremehkan rencana AS menjual jet tempur siluman F-35 ke Arab Saudi. Foto/IDF
A
A
A
TEL AVIV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tetap akan menjual jet tempur siluman F-35 ke Arab Saudi meski ada keberatan dari Israel. Namun, dalam sikap resminya, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu terkesan meremehkan kesepakatan itu karena Washington mejamin keunggulan militer kualitatif (QME) Tel Aviv.
AS memang terikat janji menjaga QME Israel berdasarkan undang-undang tahun 2008. Meski demikian, rencana Trump tersebut sempat membuat Israel dan beberapa pejabat AS khawatir.
"Mengenai F-35, saya telah berdiskusi panjang lebar dengan Menteri Luar Negeri [AS] Marco Rubio, yang menegaskan kembali komitmennya bahwa Amerika Serikat akan terus mempertahankan keunggulan militer kualitatif Israel dalam segala hal yang berkaitan dengan penyediaan senjata dan sistem militer ke negara-negara di Timur Tengah," ujar Netanyahu dalam wawancara panjang berbahasa Ibrani dengan Abu Ali Express, sebuah media berita Israel.
Baca Juga: Trump Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Arab Saudi, Menyebutnya Sekutu Hebat AS
"[Putra Mahkota Arab Saudi] Mohammed bin Salman tidak menerima semua yang diinginkan [Trump] darinya," ujarnya.
Netanyahu juga mengatakan ada kemungkinan kecil bahwa AS dapat menjual jet tempur F-35 ke Turki. "Meskipun kemungkinan itu ada," katanya.
Israel selama ini berupaya mencegah penjualan jet tempur canggih generasi kelima itu ke negara-negara Timur Tengah lainnya, termasuk Uni Emirat Arab dan Turki.
Militer Israel sebelumnya mengatakan kepada The Hill bahwa mereka telah mengirimkan surat pernyataan resmi kepada eselon politik negara itu yang menyatakan keberatan mereka terhadap penjualan F-35, karena dapat menghambat superioritas udara Israel di kawasan tersebut.
“Posisi kami terkait isu Saudi dan F-35, dan Arab Saudi bukanlah negara yang berkonfrontasi dengan kami, akan menjadi sikap yang semakin diperkuat dalam hal penjualan F-35 ke Turki,” lanjut Netanyahu, yang dilansir The Hill, Jumat (21/11/2025).
Dalam kunjungannya ke Gedung Putih pada hari Selasa, Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan dia ingin membangun hubungan antara Kerajaan Arab Saudi dan Israel. Namun, berdirinya Negara Palestina yang merdeka tetap menjadi syaratnya.
Trump mencoba meredam kekhawatiran bahwa penjualan F-35 ke Arab Saudi akan berdampak pada keseimbangan kekuatan di Timur Tengah selama pertemuannya dengan Pangeran Mohammed bin Salman.
“Israel sudah tahu, dan mereka akan sangat senang,” kata Trump kepada para wartawan.
Netanyahu juga mengatakan kepada Abu Ali Express bahwa dia sangat optimistis tentang normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel. Mengenai desakan Arab Saudi untuk kenegaraan Palestina, Netanyahu mengatakan: "Tidak akan ada Negara Palestina."
AS memang terikat janji menjaga QME Israel berdasarkan undang-undang tahun 2008. Meski demikian, rencana Trump tersebut sempat membuat Israel dan beberapa pejabat AS khawatir.
"Mengenai F-35, saya telah berdiskusi panjang lebar dengan Menteri Luar Negeri [AS] Marco Rubio, yang menegaskan kembali komitmennya bahwa Amerika Serikat akan terus mempertahankan keunggulan militer kualitatif Israel dalam segala hal yang berkaitan dengan penyediaan senjata dan sistem militer ke negara-negara di Timur Tengah," ujar Netanyahu dalam wawancara panjang berbahasa Ibrani dengan Abu Ali Express, sebuah media berita Israel.
Baca Juga: Trump Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Arab Saudi, Menyebutnya Sekutu Hebat AS
"[Putra Mahkota Arab Saudi] Mohammed bin Salman tidak menerima semua yang diinginkan [Trump] darinya," ujarnya.
Netanyahu juga mengatakan ada kemungkinan kecil bahwa AS dapat menjual jet tempur F-35 ke Turki. "Meskipun kemungkinan itu ada," katanya.
Israel selama ini berupaya mencegah penjualan jet tempur canggih generasi kelima itu ke negara-negara Timur Tengah lainnya, termasuk Uni Emirat Arab dan Turki.
Militer Israel sebelumnya mengatakan kepada The Hill bahwa mereka telah mengirimkan surat pernyataan resmi kepada eselon politik negara itu yang menyatakan keberatan mereka terhadap penjualan F-35, karena dapat menghambat superioritas udara Israel di kawasan tersebut.
“Posisi kami terkait isu Saudi dan F-35, dan Arab Saudi bukanlah negara yang berkonfrontasi dengan kami, akan menjadi sikap yang semakin diperkuat dalam hal penjualan F-35 ke Turki,” lanjut Netanyahu, yang dilansir The Hill, Jumat (21/11/2025).
Dalam kunjungannya ke Gedung Putih pada hari Selasa, Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan dia ingin membangun hubungan antara Kerajaan Arab Saudi dan Israel. Namun, berdirinya Negara Palestina yang merdeka tetap menjadi syaratnya.
Trump mencoba meredam kekhawatiran bahwa penjualan F-35 ke Arab Saudi akan berdampak pada keseimbangan kekuatan di Timur Tengah selama pertemuannya dengan Pangeran Mohammed bin Salman.
“Israel sudah tahu, dan mereka akan sangat senang,” kata Trump kepada para wartawan.
Netanyahu juga mengatakan kepada Abu Ali Express bahwa dia sangat optimistis tentang normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel. Mengenai desakan Arab Saudi untuk kenegaraan Palestina, Netanyahu mengatakan: "Tidak akan ada Negara Palestina."
(mas)
Lihat Juga :