Kerusuhan Madagaskar Soroti Meningkatnya Sentimen Negatif terhadap China di Afrika

Kamis, 20 November 2025 - 12:20 WIB
loading...
A A A

Kemitraan yang Timpang


Partai Komunis China (CCP) sejak lama menggambarkan kebijakan Afrika-nya sebagai model “kerja sama saling menguntungkan". Namun para pengkritik menilai kenyataannya jauh lebih timpang.

Perusahaan China, yang sering didukung pembiayaan negara dan pengaruh diplomatik, memperoleh kontrak dan konsesi lahan menguntungkan di seluruh Afrika. Di Madagaskar, mal dan toko impor yang dibiayai China mendominasi lanskap kota, sementara bisnis lokal berjuang untuk bertahan. Petani kehilangan tanah leluhur akibat proyek tambang, dan para nelayan mengaku hasil tangkapan menurun karena kapal asing beroperasi dekat garis pantai.

Pendekatan CCP terhadap Afrika tampak didorong perhitungan strategis: mengamankan bahan baku, memperluas pengaruh geopolitik, dan menggalang dukungan diplomatik di forum internasional.

Namun strategi ini semakin dikritik karena dianggap mengabaikan suara lokal dan melemahkan institusi demokratis. Di Madagaskar, para demonstran menyerukan pembongkaran struktur elitis, termasuk Senat dan mahkamah konstitusi, yang mereka nilai turut melanggengkan dominasi asing.

Kehadiran China di Afrika bukan semata ekonomi, melainkan sangat politis. CCP menjalin hubungan erat dengan para elit berkuasa, sering kali di negara-negara dengan tata kelola lemah dan minim transparansi. Hal ini memunculkan tuduhan bahwa investasi China menopang rezim korup sambil mengabaikan kebutuhan warga.

Di Madagaskar, monopoli layanan dasar oleh Jirama—perusahaan utilitas negara—dikaitkan dengan salah kelola dan praktik kronisme, yang memperburuk kemarahan publik.

Narasi CCP tentang pembangunan yang penuh niat baik semakin diragukan oleh laporan pelanggaran tenaga kerja dan diskriminasi rasial. Video viral dari lokasi konstruksi memperlihatkan mandor China memarahi pekerja Afrika, memperkuat persepsi kesombongan neo-kolonial. Insiden-insiden seperti ini memicu rasa tersinggung yang kian kuat.

“Mengapa kami diatur-atur di tanah kami sendiri?” tanya seorang pekerja lokal, mewakili sentimen yang bergema di seluruh benua.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Kebakaran Hebat di Bar...
Kebakaran Hebat di Bar Bangkok Tewaskan 27 Orang!
Trump Ingin Rebut Selat...
Trump Ingin Rebut Selat Hormuz, Iran Beri Respons Keras: Berbahaya!
Rekomendasi
Mengapa Penalti Spanyol...
Mengapa Penalti Spanyol Tetap Sah Meski Lamine Yamal Diduga Handball?
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
Berita Terkini
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved